Tim terdiri dari Fitri Apriliany, Recta Olivia Umboro, dan Vera Fitriya Ersalena. Mereka melaksanakan kegiatan, Jumat-Sabtu (4-5/12/2020) lalu, di Dusun Lembar, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.
”Ada 30 orang sebagai peserta, diantaranya ibu-ibu dan para pemuda setempat,” kata Fitri Apriliany, ketua tim dosen.
Fitri menyebut pengabdian ini ditujukan memberi pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Yakni terkait upaya mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat (Dagusibu) dengan benar. Pemahaman seputar penggolongan obat berdasarkan nama, cara penggunaan, dan penanda pada kemasan obat juga disampaikan.
”Melalui informasi yang diberikan, masyarakat diharapkan dapat membedakan antara obat bebas, obat bebas terbatas, dan obat keras,” ujarnya.
Masyarakat dituntut lebih selektif dalam memilih obat yang dapat dibeli dengan atau tanpa resep dokter di apotek atau toko obat yang telah memiliki izin resmi. Tim pengabdian juga menginisiasi kegiatan dengan pelatihan pembuatan hand sanitizer dan disinfektan. Hasil demonstrasi pembuatan dua produk tersebut diserahkan kepada kelompok pemuda setempat.
Dalam demonstrasinya, Recta menjelaskan langkah-langkah pembuatan. Manfaat masing-masing bahan yang digunakan juga dipaparkan secara detail.
Mahasiswa Program Studi Farmasi UBG yang turut bergabung dalam kegiatan tersebut berinisiatif membagikan satu botol susu dan sikat gigi kepada anak-anak yang hadir bersama ibunya. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal menjalani hidup sehat dan bersih dari hal-hal sederhana.
”Besar harapan kami agar apa yang telah kami sampaikan dapat memberi manfaat kepada masyarat setempat demi terwujudnya masyarakat yang sadar akan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat yang tepat,” tutup Vera. (ida/r9/*)
Editor : Baiq Farida