Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ponpes Al Ikhlas Al Islamy Terima Hibah Jepang

Wahyu Prihadi • Senin, 19 April 2021 | 08:00 WIB
PELETAKAN BATU PERTAMA: Bupati KLU H Najmul Akhyar melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah produksi VCO dan gudang minyak goreng di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, kemarin (26/8).
PELETAKAN BATU PERTAMA: Bupati KLU H Najmul Akhyar melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah produksi VCO dan gudang minyak goreng di Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, kemarin (26/8).
PRAYA-Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhlas Al Islamy Kaliaji, Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah dapat durian runtuh. Mereka menerima bantuan pembangunan ruang belajar SMP Islam Terpadu dari program hibah Pemerintah Jepang.

”Itu lewat Kedutaan Besar Jepang,” kata Direktur Yayasan Mitra Sadina Mataram M Syahrir Noor pada Lombok Post, saat peletakan baru pertama pembangunan, Sabtu (17/4).

Dia menerangkan, di Indonesia hanya lima yayasan yang mendapat bantuan serupa. Padahal yang mendaftar 300 yayasan.

Untuk mendapatkannya membutuhkan waktu setahun, dengan sejumlah proses yang tidak mudah. Dari pendaftaran secara online, pengajuan proprosal, revisi proposal, tinjauan lapangan. Termasuk kelayakan penerima bantuan apakah memiliki sertifikat lahan atau tidak dan masih banyak lagi. Kendati demikian, Yayasan Mitra Sadina Mataram, selaku mediator tidak pernah menyerah.

”Kami Yayasan Mitra Sadina sudah bekerja sama dengan Pemerintah Jepang sejak 15 tahun lalu,” ujar Syahrir.

Dari perjalanan panjang itulah, pihaknya berhasil mendapatkan bantuan. Jumlah ruang kelas yang dibangun awalnya enam. Hanya saja, Pemerintah Jepang menginginkan empat kelas. Namun, itu sama dengan anggaran enam kelas, dengan meubeler lengkap.

Masterplan nya tahan gempa dan mampu bertahan hingga 60 tahun. Juga bisa ditingkatkan tiga atau empat lantai. ”Tapi sementara satu lantai dulu. Pembangunan ditargetkan berjalan tiga bulan kedepan,” papar pria yang dijuluki pelobi ulung tersebut.

Pendiri sekaligus pembina Yayasan Ponpes Al Ikhlas Al Islamy Kaliaji H Lalu Fadli mengatakan, jumlah santri SMP Islam Terpadu 200 orang. Proses belajar mengajar selama ini juga menggunakan masjid dan berugak.

”Itu berjalan sejak berdirinya yayasan kami 2014 lalu,” ujar Fadli.

Berbagai macam cara dilakukan guna mendapat bantuan. Salah satunya dari pemerintah, namun tidak kunjung datang. Hasilnya, Yayasan Mitra Sadina datang memberikan angin segar. ”Secara kebutulan beliau (M Syahrir Noor, Red) bagian dari Yayasan Ponpes Al Ikhlas Al Islamy Kaliaji,” sanjungnya.

Pembina Yayasan Ponpes Yatofa Bodak Praya TGH Fadli Fadil Tohir berpesan, Al Ikhlas Al Islamy harus menjaga kepercayaan Pemerintah Jepang. Caranya, dengan meningkatkan kualitas pendidikan.

”Saya berharap, bupati dan wakil bupati ikut menyumbang. Itu untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme anak-anak kita,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng H Mohammad Nazili memberikan apresiasi kepada Yayasan Mitra Sadina. ”Bantuan Jepang ini baru kali pertama di daerah kita,” kata Nazili. (dss/r9/*) Editor : Wahyu Prihadi
#Yayasan Mitra Sadina Mataram #TGH Fadli Fadil Tohir #Ponpes Al Ikhlas Al Islamy