Sesjen Watannas Laksamana Madya TNI Harjo Susmoro mengatakan sesuai Penjelasan UU No 17/2011 Tentang Intelijen, secara akademik keamanan nasional dipandang sebagai suatu konsep multidimensional. Memiliki empat dimensi yang saling berkaitan.
”Yaitu dimensi keamanan manusia, dimensi kamtibmas, dimensi kamdagri, dan dimensi pertahanan,” terangnya.
Keamanan nasional merupakan kondisi dinamis bangsa dan NKRI. Yang menjamin keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan warga negara, masyarakat, dan terlindunginya kedaulatan dan keutuhan wilayah negara.
”Serta keberlangsungan pembangunan nasional dari segala ancaman,” imbuhnya.
Sesjen Wantannas menyampaikan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Memiliki potensi menjadi poros maritim dunia. Poros maritim dunia bisa menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur.
”Melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim. Dengan memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo telah dicanangkan lima pilar utama dalam mewujudkan hal itu. Pilar pertama pembangunan kembali budaya maritim Indonesia. Pilar kedua berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. Pilar ketiga komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritime. Dilakukan dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim.
Pilar keempat diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan. Pilar kelima membangun kekuatan pertahanan maritim.
Tri Darma Perguruan Tinggi memiliki peranan penting. Dikarenakan bagian di dalamnya ada pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengembangan.
Sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka pendidikan dan pengajaran harus menjadi pokok dan sumber utama dalam mencapai tujuan dari perguruan tinggi.
Rektor Unram Prof H Lalu Husni mengatakan kuliah umum dari Wantannas menjadi relevan dan penting. Mengingat negara ini terdiri dari berbagai macam ras, suku, bahasa, budaya, dan adat-istiadat. Ini merupakan aset yang perlu dijaga dengan sebaik-baiknya demi keutuhan NKRI, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
”Karena itu mari ini untuk menambah wawasan kita tentang Ketahanan Nasional,” terangnya.
Ia menyampaikan, tahun ini Unram memperingati hari jadinya yang ke-59. Saat ini Unram memiliki sembilan fakultas dan Program Pascasarjana. Jumlah program studi 63, mulai dari Program Vokasi sampai Program S3.
”Jumlah mahasiswa (student body) 34.380 berasal dari 33 Provinsi di Indonesia dan lima negara; Korea Selatan, Palestina, Turki, Timor Leste, dan Ukraina,” terangnya.
Pada level nasional, posisi Unram berada pada klaster ke-2 dari lima klasterisasi Kemendikbud 2020 yang diikuti oleh 2.136 PTN/PTS non-vokasi se-Indonesia. Sedangkan pada level internasional, posisi Unram berdasarkan perankingan Scimago Institution Ranking tahun 2021 berada di peringkat ke-30 di Indonesia.
”Scimago Institutions Rankings adalah lembaga pemeringkatan internasional yang berpusat di Spanyol,” kata dia. (nur/r9/*) Editor : Wahyu Prihadi