Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Prodi Farmasi Uniqhba Edukasi Kesehatan di Batukliang

Baiq Farida • Sabtu, 17 September 2022 | 12:11 WIB
EDUKASI KESEHATAN: Program Studi Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu (Uniqhba) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), di SD dan SMPN O2 Satap, Selebung, Batukliang Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
EDUKASI KESEHATAN: Program Studi Farmasi Fakultas Kesehatan Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu (Uniqhba) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), di SD dan SMPN O2 Satap, Selebung, Batukliang Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.
PRAYA-Program Studi Farmasi, Fakultas Kesehatan, Universitas Qamarul Huda Badaruddin Bagu (Uniqhba) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Rangkaian kegiatan dilaksanakan di SD dan SMPN O2 Satap, Selebung, Batukliang Lombok Tengah.

Kegiatan yang mengusung tema ”Mengabdi Bersama Farmasi Uniqbha: Edukasi Kesehatan dalam Upaya Menciptakan Generasi Muda Cerdas, Tanggap Kesehatan Diri dan Lingkungan”. Dilaksanakan dalam rangka menyambut World Pharmacist Day (WPD) yang jatuh pada hari Minggu, 25 September 2022. Tim pengabdian terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi Farmasi.

”Kami berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan di sekolah ini,” kata Mulyadi Alkapitani, kepala sekolah.

Perwakilan Fakultas Kesehatan Faizul Bayan menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan ada kegiatan-kegiatan serupa.

Recta Olivia Umboro, ketua pelaksana menyampaikan PKM ini merupakan salah satu sarana bagi dosen farmasi. Utamanya untuk dapat bekerja sama dalam aksinya mewujudkan dunia yang lebih sehat, sejalan dengan tema WPD 2022.

Pada kesempatan tersebut, edukasi dilakukan secara paralel di tiga ruangan terpisah. Salah satunya sosialisasi Apoteker Cilik (Apocil) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Fitri Apriliany, salah satu narasumber mengatakan, sosialisasi seperti Apocil perlu dilakukan agar masyarakat lebih mengenal profesi apoteker. Sehingga tahu harus mencari siapa ketika akan memilih obat dalam upaya swamedikasinya.

Di ruang terpisah, Laili Apriani dan Lelie Amalia, narasumber edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) juga memberi penjabaran. Mereka sepakat berujar bahwa seorang farmasi memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan pemahaman obat kepada generasi muda. Sehingga kejadian penyalahgunaan obat dapat diminimalisir.

Kegiataan PKM ini mendapat respons yang baik dari para peserta. ”Saya senang di sekolah kami ada acara yang mengajarkan PHBS dan pengenalan obat-obatan seperti ini,” ujar Nabila, salah satu siswa.

”Saya juga jadi tahu kalau obat itu bukan permen, dan minum obat tidak boleh sembarangan harus didampingi oleh orang dewasa” tambah Leoni peserta edukasi dari siswa SD.

Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan pemberian cenderamata untuk sekolah dan beberapa peserta yang berperan aktif selama kegiatan. Dedent Eka Bimmahariyanto, perwakilan dari Uniqhba mengimbau seluruh peserta edukasi mulai membiasakan PHBS dimulai dari diri sendiri. (ida/r9)

 

 

  Editor : Baiq Farida
#PKM #Prodi Farmasi Uniqhba