Kegiatan turut dirangkaikan dengan peluncuruan 200 pengusaha student preneurs development program. Ini merupakan kerja sama FEB Unram dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) NTB, serta Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) NTB dan Mataram. ”FEB Unram adalah salah satu fakultas yang dijadikan tempat untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru,” terang Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo.
Cita-cita Unram adalah agar mahasiswa hingga alumni benar-benar menjadi new entrepreneur untuk menggerakan ekonomi negara. ”Kami berharap, dengan adanya kolaborasi Unram dengan pemerintah, dapat menciptakan entrepreneur-entrepreneur yang luar biasa kedepannya,” pungkas guru besar Fakultas Pertanian Unram ini.
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menjelaskan, angka pengangguran di NTB 2,89 persen. NTB menempati posisi keempat provinsi dengan angka pengangguran paling rendah di Indonesia.
Dirinya juga turut menyinggung perekonomian NTB, yang dapat bertahan di tengah pandemi. ”Jadi NTB bisa bertahan, karena kekompakan, kolaborasi, gotong royong yang luar biasa dari seluruh pihak,” terang wagub.
Menparekraf RI H Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak mahasiswa Unram untuk menjadi penggerak dalam mewujudkan Indonesia maju. Ia juga sangat mendukung Unram menjadikan para mahasiswanya sebagai pengusaha muda berkualitas yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. ”Kuncinya ada di anak-anak muda,” tegasnya.
Secara khusus Sandiaga Uno meminta mahasiswa untuk lebih mencintai produk atau karya lokal. Dengan begitu dapat mendorong para pelaku usaha Indonesia untuk terus meningkat, baik di skala nasional bahkan internasional. ”Yang akan menentukan masa depan ekonomi kita. Dan kuncinya adalah bagaimana kita membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” jelasnya.
Pada akhir acara, menparekraf bersama wagub, rektor, kepala Kadin NTB, ketua Gekraf NTB dan Mataram, beserta dekan FEB Unram melakukan pemotongan pita. Ini sebagai simbol peresmian FEB Entrepreneurship Learning Center. (yun/r9/*) Editor : Baiq Farida