Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

UIN Mataram Buka Prodi Hukum Bisnis

Baiq Farida • Senin, 22 Mei 2023 | 15:31 WIB
MEGAH: Sejumlah mahasiswa melintas di depan Gedung Rektorat UIN Mataram, beberapa waktu lalu. (Yuyun/Lombok Post)
MEGAH: Sejumlah mahasiswa melintas di depan Gedung Rektorat UIN Mataram, beberapa waktu lalu. (Yuyun/Lombok Post)
MATARAM—UIN Mataram telah membuka satu prodi umum baru, yaitu Hukum Bisnis yang akan memulai aktivitas perkuliahan tahun ajaran 2023/2024 ini.

”Ini sudah disetujui Kemendikbudristek dan kita akan mulai di semester baru nanti,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Mataram Prof H Adi Fadli, saat dikonfirmasi Lombok Post, Minggu (21/5).

Adi menyebut, dibukanya prodi umum di UIN sebagai tindaklanjut pascapergantian nomenklatur dari institut menjadi universitas. Kemenag juga terus mendorong Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) membuka prodi umum.

Berikutnya, sejumlah prodi umum yang berada di bawah naungan Kemendikbudristek sedang dalam proses pengusulan. Seperti Pendidikan Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Psikologi, Ilmu Perpustakaan, dan Informatika. ”Ini sedang kami garap pengajuannya,” tegas dia.

Saat nomenklatur masih menjadi institut, semua prodi yang ada berada di bawah naungan Kemenag. Namun, karena dunia pendidikan sekarang terus mengalami perkembangan, perguruan tinggi harus menyesuaikan diri dengan minat dan kebutuhan masyarakat. ”Kami membuka prodi umum yang baru saya sebutkan tadi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat sekarang,” jelas guru besar ke-13 bidang Studi Islam UIN Mataram ini.

Untuk tahapan pengusulan prodi baru ke Kemendikbudristek, UIN Mataram saat ini sedang melengkapi sejumlah persyaratan. Terutama dalam hal tenaga pengajar atau dosen. Sesuai regulasi, setidaknya satu prodi diampu minimal lima dosen.

Wakil rektor mengatakan, untuk Prodi Psikologi, Ilmu Perpustakaan, dan Informatika, jumlah dosen yang dipersyaratkan telah dipenuhi UIN Mataram. sementara Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat masih menemui kendala. ”Terutama yang Pendidikan Kedokteran, ini agak susah karena meski syaratnya minimal lima dosen, tetapi kalau kedokteran butuh lebih dari jumlah itu,” tegasnya.

Pihak kampus kini sedang berusaha memenuhi syarat tersebut. Tentunya berkoordinasi dengan pihak terkait. Bagaimana pun, batas waktu pemenuhan persyaratan paling lambat dilakukan September. ”Kami sudah diskusi dengan Unram, termasuk dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia, Red) juga, kami akan terus usahakan,” terang Prof Adi.

Mengenai fasilitas pendukung perkuliahan, disebutnya, tidak ada kendala berarti. ”Ruang kelas dan alat praktik, semuanya sudah lengkap,” kata dia.

Harapannya, dengan pembukaan prodi umum tersebut, dapat menjadi salah satu magnet masyarakat untuk melanjutkan pendidikannya di UIN Mataram. Karena hal ini juga peluang bagi UIN Mataram yang baru bertransformasi menjadi universitas, untuk menambah jumlah mahasiswa. ”Prodi-prodi yang kami buka ini cenderung memiliki peminat yang cukup tinggi,” tandasnya. (yun/r9)

 

  Editor : Baiq Farida
#uin mataram