Dalam kesempatan itu, selain sekolah mengumumkan kelulusan peserta didiknya, sekaligus membagikan Surat Keterangan Lulus (SKL). Tidak kalah krusialnya, sekolah memperlihatkan foto copy blanko ijazah, di dalamnya termuat data lengkap siswa kelas akhir. ”Sekolah memperlihatkan semua data tersebut kepada orang tua, sebagai dasar bahwa semua data-data itu akan diisi saat penulisan blanko ijazah asli,” kata dia.
Karenanya, Disdik Mataram meminta orang tua teliti memperhatikan data diri anaknya. Bila perlu, sebagai petunjuk dan untuk memastikan agar data tidak keliru, orang tua disarankan membawa akta kelahiran. ”Salah huruf di nama saja itu bisa fatal, salah tempat atau tanggal lahir juga begitu, sehingga perlu ketelitian dari orang tua, untuk membaca semua data diri anaknya sebelum penulisan ijazah,” terang Syarafudin.
Jika data dianggap keliru, orang tua bisa melampirkan akta kelahiran anaknya dan diberikan kepada sekolah. Namun sebaliknya, orang tua diminta menandatangani persetujuan bahwa semua data diri peserta didik tersebut benar adanya. ”Di foto copy blanko ijazah nanti orang tua diminta tanda tangan persetujuan, apabila data diri anaknya itu sudah benar,” jelas dia.
Upaya ini sebagai cara Disdik Mataram meminimalisir kesalahan dalam penulisan ijazah. Terlebih lagi, cadangan blanko ijazah yang dikirim Kemendikbudristek ke dinas pendidikan, jumlahnya sangat minim. ”Blanko ijazah sudah kami terima akhir Mei dan sudah kami distribusikan ke seluruh SMP dan SD di Mataram,” terangnya.
Rincian untuk SMP negeri dan swasta sebanyak 6.327 lembar. Rinciannya, sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013 (K-13) dibagikan sebanyak 6.194 lembar, cadangan 124 lembar. Blanko ijazah bagi sekolah yang menerapkan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) delapan lembar, dan cadangan satu lembar.
Untuk SD negeri dan swasta 7.573 lembar. Rinciannya, sekolah yang menerapkan K-13 ada 7.566 lembar, dan sudah dibagikan 7.391 lembar, cadangan 175 lembar. Bagi sekolah yang menerapkan SPK diberikan tujuh lembar blanko ijazah, tanpa cadangan. ”Itu semua sudah kami distribusikan,” tandasnya.
Yusuf, kepala Disdik Mataram menegaskan pihaknya juga memberikan sosialisasi dan pembekalan kepada sekolah, terkait penulisan ijazah. ”Semuanya sudah kami paparkan, dan saya tekankan bahwa penulisan ijazah ini perlu kehati-hatian,” tegasnya. (yun/r9)
Editor : Baiq Farida