Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemendikbud Gelar Evaluasi Program Sekolah Penggerak di NTB

Baiq Farida • Jumat, 30 Juni 2023 | 12:21 WIB
PERBAIKI MUTU PENDIDIKAN: Lalu Muhammad Fahrurrozi selaku Widyaprada BGP NTB (dua dari kiri) saat mengisi kegiatan refleksi akhir tahun ajaran Program Sekolah Penggerak Angkatan 2 Tahun Pertama wilayah KLU, di SMKN 1 Pemenang, Selasa (27/6).
PERBAIKI MUTU PENDIDIKAN: Lalu Muhammad Fahrurrozi selaku Widyaprada BGP NTB (dua dari kiri) saat mengisi kegiatan refleksi akhir tahun ajaran Program Sekolah Penggerak Angkatan 2 Tahun Pertama wilayah KLU, di SMKN 1 Pemenang, Selasa (27/6).
MATARAM-Kemendikbudristek melalui Balai Guru Penggerak (BGP) NTB menggelar refleksi akhir tahun ajaran Program Sekolah Penggerak Angkatan 2 Tahun Pertama, di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Lombok Timur (Lotim).

“Ini kami laksanakan secara serentak di dua tempat di awal pekan ini, untuk di Lotim itu terpusat di SMPN 1 Sukamulia, di KLU berlangsung di SMKN 1 Pemenang,” terang Suka, kepala Balai Guru Penggerak, Kamis (29/6).

Kegiatan tersebut dihadiri masing-masing kepala sekolah penggerak Angkatan 2, mulai jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK dan SLB. Termasuk fasilitator dan dinas pendidikan kedua wilayah.

Refleksi akhir tahun ajaran dilaksanakan, untuk mempersiapkan satuan pendidikan di tahun kedua pelaksanaan, sebab sekolah yang menjadi bagian dari Sekolah Penggerak langsung mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

“Dari kegiatan ini, mereka bisa mengidentifikasi capaian pelaksanaan Kurikulum Merdeka, sebagai acuan penyusunan rencana kerja setahun ke depan,” jelasnya.

Ada banyak hal yang dibahas selama kegiatan itu berlangsung. Seperti; dimulai dari dari diri dengan refleksi individu. Eksplorasi konsep, yaitu memahami tahapan implementasi Kurikulum Merdeka. Membahas ruang kolaborasi yang dilakukan dengan diskusi refleksi perjalanan implementasi Kurikulum Merdeka.

Berikutnya, refleksi terbimbing membahas tentang refleksi praktik baik, tantangan dan strategi, serta rencana aksi nyata dengan menyusun rencana tindak lanjut.

“Selama kegiatan berlangsung, peserta juga dibagi ke dalam kelompok diskusi untuk membahas isu-isu spesifik yang dihadapi oleh masing-masing sekolah penggerak,” ujar Suka.

Diskusi bertujuan, menghasilkan solusi dan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam meningkatkan mutu pendidikan di setiap sekolah. Pentingnya kegiatan tersebut, ini bisa menjadi momentum untuk melihat kembali pencapaian dan tantangan yang dihadapi oleh Program Sekolah Penggerak Angkatan 2 di kedua wilayah.

“Dengan berbagi pengalaman dan pemikiran, diharapkan peserta dapat menghasilkan strategi yang efektif, dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah mereka,” tegasnya.

Hal ini memang harus dilakukan, terlebih tujuan utama dari refleksi tersebut, dapat meningkatkan mutu pendidikan di seluruh sekolah yang tergabung dalam Program Sekolah Penggerak.

“Diharapkan peserta dapat melihat capaian dan tantangan yang dihadapi selama tahun ajaran ini, serta merencanakan langkah-langkah perbaikan untuk tahun ajaran mendatang,” pungkas Suka.

Syaiful Ahyar, selaku Kepala Cabang Dinas (KCD) Dikbud KLU mengungkapkan, refleksi adalah media sekolah penggerak untuk berkaca, apa yang sudah tercapai dan sebaliknya.

“Pada tahun 2021, kebetulan saya masuk reviewer SNP (Standar Nasional Pendidikan, Red), di standar proses dimana harus ada poin tentang refleksi,” ujar mantan kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) ini.

Karenanya, refleksi memiliki peran yang sangat penting, terkait kajian kegiatan yang dilakukan, dimana hal tersebut saling terikat dengan penilaian ataupun umpan balik setelah melakukan atau mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu.

Sehingga menurutnya, tujuan utama dari kegiatan refleksi ini, untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh sekolah yang tergabung dalam Program Sekolah Penggerak.

“Dengan mengadakan refleksi akhir tahun, diharapkan peserta dapat melihat capaian dan tantangan yang dihadapi selama tahun ajaran ini, serta merencanakan langkah-langkah perbaikan untuk tahun ajaran mendatang,” tegasnya.

Ia mengapresiasi, refleksi akhir tahun ajaran program Sekolah Penggerak, dilaksanakan menjadi beberapa kelas dengan didampingi fasilitator sekolah penggerak.

Peserta masing-masing kelas terdiri dari Kepala sekolah, guru, dan pengawas pembina yang merupakan komite pembelajaran di sekolah penggerak. “Kami menyaksikan bagaimana selama kegiatan berlansung, kepala sekolah yang menjadi peserta didampingi oleh fasilitator sekolah penggerak, untuk mewujudkan sekolah yang berpusat pada murid,” tandasnya.

Kepala Dinas Dikbud Lotim Izzudin mengingatkan, satuan pendidikan terutama yang menjadi bagian dari Program Sekolah Penggerak, harus bisa menjadi contoh dan menularkan praktik baik.

“Program Sekolah Penggerak yang berfokus pada pengembangan SDM sekolah, mulai dari siswa, guru, sampai kepala sekolah, harus memiliki pencapaian hasil belajar yang diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” terangnya. (yun/r2)

  Editor : Baiq Farida
#Kurikulum Merded #Program Sekolah Penggerak