Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IAIH NW Lotim Adakan Stadium Generale

Prihadi Zoldic • Selasa, 3 Oktober 2023 | 21:32 WIB

 

SERIUS: Para pemateri dalam stadium generale IAIH NW Lotim.
SERIUS: Para pemateri dalam stadium generale IAIH NW Lotim.

 

LombokPost-Sebagai langkah awal memulai perkulihan semster ganjil Tahun Akademik 2023/2024, Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Nahdlatul Wathan Lombok Timur menggelar Studium Generale. Kegiatan dipusatkan di Aula Majelis Dakwah Hamzanwadi II Pontren Syaikh Zainuddin NW Anjani, Selasa (3/10).

Pihak kampus menghadirkan Guru Besar dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Jawa Timur Prof H Kojin, Agus Zaenal Fitri dan H Teguh.

”Pada tahun akademik 2023/2024 IAIH NW Lombok Timur memerima 1.070 orang mahasiswa baru,” jelas Rektor IAIH NW Lotim KH Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani.

Pihak civitas akademik IAIH NW Lotim terus melakukan akselerasi dan inovasi untuk menunjukan eksistensinya dan pengembangan kompetensi SDM yang ada di lingkungan kampus IAIH NW Lotim. Baik untuk dosen maupun untuk mahasiswa, seperti kuliah umum kali ini.

”Menghadapi era civil society 5.0 kita harus mampu berkompetisi dengan cara meningkatkan kompetensi diri dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini,” jelas rektor.

Ditegaskan, yang harus dimiliki di era sekarang ini adalah kecerdesan spritual, kecerdasan intlektual, dan kecerdasan digital.

Prof Kojin dalam paparan materinya mengangkat tema ”Turats Sebagai Warisan Abadi bagi Setiap Generasi”. Menurutnya,  Turats adalah Peninggalan yang bermanfaat ilmu/harta dari generasi pendahulu. ”Peninggalan berupa ilmu dan ini peninggalan abadi,” ucapnya.

Ditegaskan, sukses bisa dirah olehorang yang bisa menggunakan kesempatan dengan baik. ”Gunakan waktu sebaik-baiknya. Jangan hanya makan dan tidur. Jadikan waktumu untuk ilmumu bertambah. Itulah yang namanya santri benaran,” ujarnya.

Yang harus dilakukan generasi tetap membaca berkali-kali, dengan itulah akan menemukan kemulian. Setelah itu,  harus menulis agar bisa menjadi peninggalan. ”Tapi, harus diingat semakin tinggi ilmu seseorang makan semakin tinggi adab dan ahlaknya. Peganglah filsafat padi, semakin berisi semakin merunduk,” pungkasnya.

Sementara itu Mudir Forum Mudir Mahad PTKIN H Teguh menyoroti tak sedikit dari mahasiswa baru yang masuk ke perguruan tinggi agama tidak bisa baca tulis Alquran dan bahasa Arab. ”Ini yang membuat kita di Forum Mudir Mahad PTKIN memberikan kelas khusus untuk belajar dan menulis arab,” imbuhnya.

Prof Agus Zaenal Fitri, menerangkan ilmu itu bukan di laptop akan tetapi ilmu itu ada dalam hati. Maka harus kita bersungguh-sungguh, karena kesuksesan milik orang-orang yang bersungguh-sunguh dalam menuntut ilmu.

Penggunaan media digital lanjutnya, telah memberikan kontribusi munculnya ruang publik baru di mana banyak muslim yang berbicara Agama Islam. ”Kajian Turats akan lebih dinamis namun salah satu tantangan berdakwah yang dihadapi saat ini adalah masalah penguasaan teknologi digital,” tegasnya.

Dengan kondisi ini, kecerdasan santri harus mencakup kecerdasan intlektual, spritual, emosional, dan kecerdasan tahan banting. ”Sudah saatnya kajian turats dengan media sosial (ngaji bil medsos). Dibandingkan dengan ngaji konvensional, kelebihannya adalah jangkauannya lebih luas,” pungkasnya. (yuk/r9)

 

Editor : Prihadi Zoldic
#IAIH NW Lotim #NW