Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ummat dan Universitas Mahasaraswati Denpasar Kolaborasi Program Kosabangsa

Yuyun Kutari • Rabu, 11 Oktober 2023 | 08:25 WIB
KERJA SAMA: Dosen Ummat, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Pemkab Lombok Utara, Pemerintah Desa Sesait dan mitra sasaran, di Tanjung, Lombok Utara, Rabu (4/10).
KERJA SAMA: Dosen Ummat, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Pemkab Lombok Utara, Pemerintah Desa Sesait dan mitra sasaran, di Tanjung, Lombok Utara, Rabu (4/10).

LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) berkolaborasi dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali untuk program Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa), dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek.

Ketua Tim Pelaksana Program Kosabangsa Ummat Baiq Harly Widayanti mengatakan, program ini adalah wujud kontribusi nyata insan perguruan tinggi bagi bangsa. “Khususnya dalam pengembangan kesejahteraan dan kemajuan bangsa dengan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya,” terangnya, pada Lombok Post, Selasa (10/10).

Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali yang bertindak sebagai tim pendamping dengan ketua adalah Dr I Made Wahyu Wijaya, beranggotakan Prof I Ketut Widnyana dan Dr Putu Eka Pasmidi Ariati.

Sementara dari Ummat, adalah ia sendiri Baiq Harly Widayanti, beranggotakan Rasyid Ridha dan A Akromul Huda. Kedua kampus berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Desa Sesait Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat, berlangsung September–Desember.

Adapun mitra sasarannya, kelompok tani ternak “Ingin Maju” dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Sesait yang memiliki permasalahan lingkungan, terutama pada limbah ternak dan limbah pertanian.

“Jadi pengembangan inovasi yang akan diterapkan pada kegiatan Kosabangsa di Desa Sesait tidak lepas dari isu wilayah dan lingkungan,” jelas dosen Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Ummat ini.

Desa Sesait ditetapkan dalam Perda Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lombok Utara 2011-2031 sebagai kawasan suaka alam, pelestarian alam, cagar budaya, kawasan pariwisata dan kawasan strategis agropolitan.

Karena itu, inovasi dikembangkan berdasarkan keberlanjutan program pemerintah Desa Sesait, dan kebutuhan mitra sararan dalam meningkatkan pertanian berkelanjutan, akses energi yang terjangkau, pemulihkan degradasi lahan dan pengolahan limbah yang berdaya guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan desa.

Secara umum, pihaknya akan mengembangkan konsep green economy yang diimplementasikan dalam inovasi pemberdayaan masyarakat, berupa pembuatan briket dari limbah pertanian, peternakan dan limbah rumah tangga, pemaanfaatan limbah pertanian dan ternak menjadi pupuk padat, pupuk cair organik.

Tahapan awal kegiatan tim pengabdian adalah melakukan diskusi kelompok terarah dengan beberapa instansi lingkup Pemkab Lombok Utara; Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB), Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, pemerintah Desa Sesait dan mitra sasaran, yang telah berlangsung pekan lalu.

“Inovasi yang ditawarkan oleh tim pendamping dan tim pelaksana menjadi solusi bagi kebutuhan mitra sasaran, dan memberikan pengaruh positif yang dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat Desa Sesait,” terangnya.

Selama kegiatan tersebut, tim pengabdian menjelaskan target hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan Kosabangsa berupa produksi briket 250 kilogram, pupuk padat mencapai 1 ton, pupuk cair mencapai 1.000 liter dan pestisida nabati mencapai 150 liter.

“Hasil produksi selain dimanfaatkan sendiri oleh petani di Desa Sesait juga dapat dijual untuk masyarakat luas,” kata Baiq Harly Widayanti

Selain pengolahan limbah yang berkelanjutan, tim pengabdian juga akan memberikan inovasi pembuatan sistem informasi berbasis websites yang dapat  dimanfaatkan masyarakat sebagai media promosi dan pemasaran.

“Dengannya, kami berharap kegiatan pemasaran menjadi lebih mudah, hemat dan praktis saat digunakan oleh masyarakat, tentunya semua proses baik dari tahap produksi hingga pemasaran harus sesuai SOP dan memiliki izin dari pemerintah daerah,” tandasnya.  

Ketua Tim Pendamping Pengabdian Masyarata dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali Dr I Made Wahyu Wijaya menegaskan, sistem informasi tersebut juga akan mewadahi promosi dan pemasaran di bidang pariwisata khususnya agrowisata, serta hasil produk kelompok masyarakat dan UMKM lainnya di Desa Sesait.

Di samping itu, sebagai wujud pemberdayaan masyarakat tim pelaksana dan tim pendamping dalam Program Kosabangsa, akan melakukan serangkaian kegiatan pelatihan, pemetaan dan penguatan manajemen bagi kelompok masyarakat yang menjadi mitra sasaran.

“Penguatan manajemen juga menjadi perhatian bagi tim pendamping dan tim pelaksana terkait keberlanjutan program Kosabangsa yang nantinya akan berakhir di bulan Desember,” tegasnya.

Karena itu, perlu adanya menajemen khusus yang mengelola agar inovasi ini tetap berjalan dengan baik yang diawasi dan didampingi oleh pemerintah desa melalui BUMDes, dan mitra kerjas ama yaitu Pemkab Lombok Utara. (yun)

Editor : Kimda Farida
#perguruan tinggi #pendididkan #pengabdian masyarakat #Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) #kampus