LombokPost-MTsN 2 Mataram yang dipimpin Sumber Hady menjadi juara umum Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) se Pulau Lombok yang diadakan SMAN 4 Mataram.
Madrasah ini juga mampu menjadi juara pada lomba karya ilmiah remaja (KIR) yang diadakan Eco School Nusantara pekan lalu di Lombok Tengah. Serta memborong medali pada Kejuaraan Nasional Hybrid Super Fighting Taekwondo Championship 20-23 Desember 2023.
”Pada kejuaran nasional kami meraih empat medali emas, tiga perak, dan satu perunggu,” kata Hady, sapaan karibnya.
Dia mengucapkan terima kasih kepada pembina yang tanpa lelah memberikan bimbingan kepada siswa hingga meraih prestasi.
”Apa yang kita raih berkat pembinaan intens dilakukan bapak dan ibu guru di madrasah,” ucapnya.
Dia ingin apa yang diraih ini bisa dipertahankan. Namun dia meyakini, mempertahankan lebih berat daripada meraih.
”Potensi bakat dan minat anak kita terus kita kembangkan di madrasah,” pungkasnya.
Pembina Karya Ilmiah Remaja MTsN 2 Mataram Yunita mengatakan, tema yang diangkat pada lomba KIR diadakan Eco School Nusantara sesuai persoalan yang dihadapi di madrasah. Sampah menjadi persoalan utama di sekolah. Untuk itu sampah anorganik dihasilkan di madrasah diolah menjadi berbagai kerajinan, ecobrick, dan juga paving block.
Lomba KIR dengan judul pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan dasar pembuatan paving block di MTsN 2 Mataram meraih juara. Pada lomba ini tim KIR MTsN 2 Mataram mempresentasikan persoalan sampah di madrasah dan bagaimana cara menanganinya.
Dalam waktu sepuluh menit siswa mempresentasikan proyek dari Kurikulum Merdeka. Mulai dari latar belakang, cara mengatasi, dan pengolahannya.
”Pada lomba kami mempersiapkan siswa kurang lebih lima hari. Apa yang kami presentasikan juga akan kami terapkan di madrasah pada semester genap ini,” pungkasnya.
Pembina Paskibra MTsN 2 Mataram Zainul Ilmi mengatakan, pada LKBB yang digelar SMAN 4 Mataram, timnya berhasil menyabet juara di semua kategori. Di antaranya, juara I LKBB, juara I formasi terbaik, juara II variasi terbaik, dan pelatih terbaik.
”Hanya juara Danton (Komandan Pleton) terbaik saja yang tidak ada. Tapi dengan torehan sejumlah kategori ini tim MTsN 2 Mataram meraih juara umum,” katanya.
Diutarakan, pada lomba ini pihaknya mempersiapkan siswa sekitar satu bulan. Ia rutin memberikan pembinaan kepada siswa mulai pukul 15.00 Wita hingga pukul 17.30 Wita.
”Banyak sekali peminat ekstrakurikuer paskibra di madrasah,” cetusnya.
Dia menuturkan satu tim pada lomba ini dengan jumlah 16 siswa. Tim mampu menyabet empat kategori pada lomba.
”Kita sebenarnya siapkan tiga tim, namun dua tim kita persiapkan pada lomba lain,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida