LombokPost-SDN 19 Cakranegara memiliki penanganan khusus untuk murid kelas rendah yang belum bisa membaca.
Sekolah memberikan penambahan jam belajar untuk mengenal huruf dan membaca.
”(Fokus kami ke, Red) murid yang slow learner,” kata Eny Muliyati, guru kelas I SDN 19 Cakranegara, kamis (25/1).
Dia menuturkan, para guru harus banyak bersabar menangani anak yang belum bisa membaca dan mengenal huruf. Anak-anak slow learner diminta duduk paling depan dan terus-menerus dilatih untuk mengenal huruf dan membaca.
”Kita target selama delapan bulan anak harus bisa membaca,” ucap Eny, sapaan karibnya.
Diakuinya, ada sepuluh murid yang belum bisa membaca di kelas I. Dari jumlah tersebut kini yang tersisa dua orang. Selama proses belajar mengajar sepuluh murid yang belum bisa membaca diberikan jam tambahan belajar dari Senin hingga Kamis.
”Anak-anak yang belum bisa membaca pulang pukul 11.30 Wita,” ucapnya.
Dia juga melakukan strategi khusus untuk melatih kemampuan membaca murid yang slow learner. Untuk mengenalkan huruf atau angka kepada anak-anak ini harus dibuatkan contoh.
”Misalnya huruf o kita harus sebut telur atau benda bulat lainnya,” terangnya.
Kepala SDN 19 Cakranegara Sri Hartini menuturkan, untuk meningkatkan literasi di sekolah pihaknya membuat program. Setiap murid, dari kelas I hingga VI membaca 15 menit sebelum memulai pembelajaran. Tak hanya itu, ia juga menyiapkan berbagai buku di perpustakaan untuk meningkatkan minat baca murid. ”Yang belum lancar membaca hanya di kelas rendah saja,” ujarnya.
Dia sudah meminta guru melakukan pemetaan kepada murid yang belum bisa membaca untuk diberikan treatment khusus.
”Murid yang belum bisa membaca juga bisa dilihat dari nilai rapor. Jika nilai rapor murid kurang bagus otomatis tidak bisa membaca. Bagaimana bisa menjawab soal jika membaca belum bisa,” urainya.
Kendati demikian kata dia, kini murid kelas I semuanya sudah mengenal huruf dan sebagian besar sudah bisa membaca.
”Hanya dua orang murid di kelas I yang belum bisa membaca,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida