Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMAN 4 Mataram Raih Predikat Sekolah Inspiratif

Ali Rojai • Senin, 27 Mei 2024 | 21:16 WIB
GREEN HOUSE: Sejumlah guru melihat sayur pakcoy dan kangkung di green house SMAN 4 Mataram. (SMANCA FOR LOMBOK POST)
GREEN HOUSE: Sejumlah guru melihat sayur pakcoy dan kangkung di green house SMAN 4 Mataram. (SMANCA FOR LOMBOK POST)

LombokPost-SMAN 4 Mataram meraih penghargaan sebagai sekolah inspiratif.

Penghargaan ini diberikan Wise Pendidikan Indonesia pada 15 Mei dengan tema Bulan Kebangkitan Pendidikan Nasional.

Smanca sebutan SMAN 4 Mataram masuk sepuluh besar sekolah inspiratif bersama sembilan sekolah lainnya di Indonesia.

Praktik baik melalui gerakan literasi sekolah (GLS) dan zero waste menjadi gagasan yang dipresentasikan pada penilaian sekolah inspiratif.

”Masng-masing kepala sekolah yang masuk sepuluh besar diberikan waktu 70 menit mempresentasikan praktik baik diterapkan di sekolah,” kata Kepala SMAN 4 Mataram H Jauhari Khalid, Sabtu (25/5) lalu.

Ia menceritakan, awalnya ia mengikuti anugerah sekolah inspiratif dari informasi WhatsApp (WA) grup yang namanya guru bergema (bergerak bersama).

”Waktu itu kita mengisi link yang sudah disiapkan tentang praktik baik di sekolah,” kata Jauhari.

Usai mengisi link, ada esay dan terpilih Smanca dan sembilan sekolah lainnya di Indonesia maju ketahap kedua untuk menyampaikan gagasan praktik baik diterapkan di sekolah masing-masing.

Sepuluh sekolah berbagi ilmu terkait praktik baik di sekolah. Sebab, di sekolah beda-beda praktik baik yang diterapkan.

”Kalau kita di Smanca ada GLS dan program zero waste,” ucap Jauhari.

Dari gagasan praktik baik dipresentasikan sepuluh kepala sekolah maka terpilih terbaik satu, dua, dan tiga.

”Ini menjadi motivasi kita untuk lebih banyak berinovasi meski tidak menjadi terbaik satu, dua dan tiga,”ujar Jauhari.

Ia menyampaikan, GLS diterapkan di sekolah dengan berbagai metode. Misalnya, minggu pertama siswa membaca sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.

Minggu kedua, perwakilan siswa masing-masing kelas menyampaikan apa yang dibaca di hadapan teman-teman di halaman sekolah.

Selain itu, pihaknya mengadakan workshop seperti penulisan puisi, cerpen, berita, dan karya ilmiah.

Dari workshop tersebut tercatat ada 20 buku ber ISBN (International Standard Book Number) yang  dibuat siswa dan guru .

”Kami juga mengadakan lomba menulis puisi, musikalilsasi puisi pada hari guru, Hardiknas, dan hari-hari besar lainnya,” terang Jauhari.

Tak hanya itu, ada juga majalah dinding (mading) di setiap kelas.

”Di setiap kelas ada rak buku dan mading yang dikordinir dua siswa sebagai duta literasi,” urai Jauhari.

Sementara untuk program zero waste untuk meminimalisir sampah dan menciptakan sekolah sehat. Setiap jam pulang  siswa akan membawa sampah sebagai tiket pulang.

”Tiket ini nanti akan disetorkan ke tim zero waste yang berjaga-jaga di depan sekolah,” ucapnya.

Dia menyebutkan, sampah-sampah yang dikumpulkan tim zero waste dipilah. Untuk sampah plastik atau anorganik dimanfaatkan sebagai kerajinan.

”Sisanya seperti botol plastik dan kaleng dijual,” katanya.

Sedangkan untuk sampah organik dijadikan pupuk kompos.

”Kami juga manfaaatkan sampah organik untuk budidaya maggot,” terangnya.

Dengan pengelolaan sampah di sekolah secara langsung akan membuat siswa belajar berwiurausaha.

Karena siswa memiliki tabungan dari hasil pengolahan sampah anorganik menjadi pupuk kompos dan maggot.

”Kami  ada bantuan bibit maggot dari bank sampah. Bahkan camat Sandubaya memberikan wadah untuk pengembangan budi daya maggot di sekolah,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk menjaga kebersihkan lingkungan sekolah juga dilakukan dengan memotivasi anak membuat mural.

Sehingga mereka termotivasi menjaga kebersihan di sekolah. (jay/r9)

Editor : Kimda Farida
#SMAN #penghargaan #Mataram