Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Konferensi Kepulauan Dunia Digelar di Unram, Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

Galih Mega Putra S • Kamis, 27 Juni 2024 | 16:44 WIB
KONFERENSI INTERNASIONAL: Konferensi Kepulauan Dunia Ke-19 yang berlangsung di Unram, 25-29 Juni.(UNRAM FOR LOMBOK POST)
KONFERENSI INTERNASIONAL: Konferensi Kepulauan Dunia Ke-19 yang berlangsung di Unram, 25-29 Juni.(UNRAM FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Universitas Mataram (Unram) menjadi tuan rumah konferensi Kepulauan Dunia Ke-19 pada 25-29 Juni.

Kegiatan yang dihadiri 270 peserta dari 28 negara itu mengusung tema ”Islands and Resilience: Global Opportunities”.

Bahasan mencakup perubahan iklim, tata kelola pulau, ekonomi biru, budaya pulau, jaringan pulau, dan ekosistem digital.

Serta pembangunan pulau dan negara kecil.

Konferensi ini dihadiri 131 presenter dengan ratusan peserta membahas berbagai isu penting mengenai ketahanan pulau. Kegiatan ini dibuka Rektor Unram Prof Bambang Hari Kusumo.

”Sebagai rektor, saya merasa terhormat. Universitas Mataram bangga menjadi tuan rumah pertemuan bergengsi para cendekiawan, praktisi, dan pembuat kebijakan dari seluruh dunia dalam isu-isu ketahanan pulau,” ujar Prof Bambang.

”Universitas kami mencoba untuk menjadi rumah bagi para pembuat perubahan global. Oleh karena itu kami mendukung program internasional seperti ini,” imbuh rektor.

Kepala Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Laut Institut Pertanian Bogor  (IPB) Prof Yonvitner menuturkan, semua presentasi akan membahas isu-isu mengenai perubahan iklim.

Juga pemerintahan lingkungan, ekonomi biru, budaya kepulauan, jaringan dan ekosistem digital. Serta pembangunan negara kepulauan.

Setelah konferensi kata dia, peserta akan mengunjungi beberapa destinasi wisata di Lombok.

Seperti Pantai Seger di Mandalika, Gili Asahan, dan Taman Wisata Bahari Pulau Gili Matra.

Rektor IPB Prof Arif Satria menekankan pentingnya acara ini.

”Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kami percaya bahwa Indonesia sangat tepat menjadi tuan rumah untuk pertemuan ini,” ucapnya.

Dalam forum penting seperti ini, IPB berharap dapat memperkuat kolaborasi dengan mitra yang sudah ada.

Serta terus bekerja sama dengan mitra yang akan datang untuk bersama-sama menciptakan dampak yang signifikan dalam menghadapi isu global.

Konferensi ini juga menjadi ajang peluncuran AIS University Network and Archipelgic Sciences. Sebuah inisiatif penting untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi akademis antarpulau di seluruh dunia.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi platform yang efektif bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, ide, dan inovasi. Dalam meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan pulau-pulau ditengah tantangan global yang semakin kompleks. (jay/r9/*)

Editor : Kimda Farida
#Unram