LombokPost-Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) bersama Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Mataram, melaksanakan Program Pemberdayaan Desa Binaan.
Tujuannya, menjadikan Desa Sesait, Lombok Utara sebagai desa agroeduwisata.
Ketua Tim Pemberdayaan Desa Binaan Ummat adalah Febrita Susanti.
Dia mengungkapkan kegiatan ini didukung hibah dari Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek.
”Hibah ini merupakan hibah multi tahun selama tiga tahun dan saat ini adalah pelaksanaan untuk tahun pertama,” terangnya.
Anggota tim dari Ummat lainnya adalah Baiq Harly Widayanti dan Rasyid Ridha, serta Murianto dari STP Mataram.
Target pelaksanaan kegiatan pada tahun pertama, menyiapkan konsep dan masterplan kawasan agroeduwisata. Serta menyiapkan lahan yang akan digunakan untuk titik poin pengembangan kawasan agroeduwisata.
Tahun kedua akan dilakukan penyiapan sarana pendukung, produk unggulan yang akan dipasarkan serta penyiapan kapasitas SDM.
Tahun ketiga, akan terwujud Desa Agroeduwisata Sesait yang telah siap untuk menerima kunjungan wisatawan mancanegara.
Adapun konsep agroeduwisata untuk Desa Sesait ini muncul, karena banyak potensi yang dimiliki.
”Mulai dari potensi pertanian dan perkebunan, peternakan, serta potensi adat dan budaya yang telah ada di Desa Sesait,” terangnya.
Untuk mewujudkan idenya, Ummat juga perlu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Mulai dari Pemkab Lombok Utara, Pemprov NTB, hingga swasta.
”Untuk mendukung kegiatan ini, kami mengajak kelompok masyarakat yang dijadikan mitra, yaitu kelompok tani ternak ingin maju yang diketuai oleh Pak Suparman dan kelompok sadar wisata yang diketuai oleh Pak Wisnu,” tandas dosen Fakultas Teknik Ummat tersebut.
Anggota Tim Pemberdayaan Desa Binaan Ummat Baiq Harly Widayanti mengatakan, pihaknya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD).
Menghadirkan perwakilan dari Pemprov NTB, Pemkab Lombok Utara, Pemerintah Desa Sesait dan kelompok sasaran.
”Kami menyosialisasikan mengenai apa saja kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun ke depan,” jelasnya.
Pihaknya mengapresiasi, pemda sangat mendukung kegiatan tersebut.
”Ada pembahasan mengenai sertifikasi produk, perizinan produk usaha di desa, bahkan ada dukungan agar Desa Sesait bisa segera didaftarkan sebagai desa wisata,” terangnya.
Hal lain yang juga turut dibahas, perlu adanya regulasi terkait pembelian produk unggulan lokal.
”Hal tersebut akan dicoba untuk difasilitas oleh tim pengabdian untuk dibuat kajian lebih lanjut,” kata dia.
Sekretaris Desa Sesait Suma Jayaningrat berharap kegiatan yang dilakukan didokumentasikan dalam sebuah buku.
”Ini supaya orang-orang di luar desa juga dapat membaca bagaimana perjalanan untuk mewujudkan Desa Sesait menjadi desa agroeduwisata,” ujarnya. (yun/r9/*)
Editor : Kimda Farida