Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BPMP NTB Sosialisasi dan Advokasi TKSI untuk Tingkatkan Kesehatan Siswa di Sekolah

Yuyun Kutari • Minggu, 1 September 2024 | 10:30 WIB
Sosialisasi dan Advokasi Pelaksanaan TKSI kepada guru PJOK dari Satuan Pendidikan Binaan GSS Tahun 2024, yang digelar BPMP Provinsi NTB, di Mataram.
Sosialisasi dan Advokasi Pelaksanaan TKSI kepada guru PJOK dari Satuan Pendidikan Binaan GSS Tahun 2024, yang digelar BPMP Provinsi NTB, di Mataram.

Lombok Post-Kualitas pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting dan harus terus ditingkatkan.

Salah satu prasyaratan utama untuk mencapai kualitas pembelajaran yang optimal adalah, status kesehatan peserta didik yang paripurna, mencakup aspek fisik, psikologis, dan sosial.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB Katman mengungkapkan pemerintah melalui Kemendikbudristek berupaya memastikan, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik yang baik, tetapi juga memiliki status kesehatan fisik yang optimal.

“Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Tes Kebugaran Siswa Indonesia (TKSI),” jelasnya.

TKSI bertujuan menilai tingkat kebugaran jasmani siswa dalam konteks pendidikan jasmani dan kesehatan.

Hasil tes ini diharapkan, dapat membantu merancang program-program yang mendukung peningkatan kebugaran, dan kesehatan siswa di sekolah.

Pelaksanaan TKSI dilakukan oleh guru pendidikan jasmani, yang melibatkan seluruh siswa dalam rentang usia tertentu.

Hasil tes ini dianalisis untuk menentukan apakah siswa berada dalam kategori kebugaran yang sehat atau memerlukan intervensi tambahan.

“Secara keseluruhan, TKSI menjadi alat penting dalam sistem pendidikan untuk memantau dan meningkatkan kebugaran siswa, serta mendukung kesehatan fisik mereka,” terangnya.

Sebagai bagian dari upaya menyelaraskan persepsi dan meningkatkan kapasitas guru PJOK di Satuan Pendidikan Binaan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Tahun 2024, BPMP Provinsi NTB pun telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Pelaksanaan TKSI.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyelaraskan persepsi dan meningkatkan kapasitas guru PJOK di Satuan Pendidikan Binaan GSS Tahun 2024 dalam melaksanakan TKSI sesuai dengan fase dan karakteristik peserta didik,” ujar Katman.

Kemudian membekali guru PJOK di satuan pendidikan binaan GSS Tahun 2024 untuk memahami TKSI terkait persiapan, pelaksanaan, dan pelaporannya, serta mendampingi guru PJOK di satuan pendidikan binaan GSS Tahun 2024 dalam implementasi dan pelaporan TKSI.

Kegiatan tersebut melibatkan guru PJOK dari seluruh satuan pendidikan binaan GSS BPMP Provinsi NTB, serta perwakilan dari unsur fungsional tertentu di lingkungan BPMP Provinsi NTB.

Dia menekankan pentingnya TKSI sebagai bagian integral dari implementasi GSS.

“TKSI adalah instrumen untuk mengetahui sejauh mana tingkat kebugaran siswa Indonesia. Yang terpenting bukan hanya hasil tesnya, tetapi sejauh mana kita bisa menanamkan dan menumbuhkembangkan pola hidup bersih dan sehat pada peserta didik,” tegasnya.

Pola hidup bersih dapat tercermin dari kebersihan toilet di lingkungan sekolah, sementara pola hidup sehat terlihat dari cara makan dan perilaku siswa.

Katman menegaskan olahraga harus menjadi hobi siswa, bukan sekadar tuntutan penilaian di sekolah.

Guru dan orang tua diharapkan dapat mendorong dan mengarahkan anak untuk memilih olahraga prestasi yang bermanfaat sebagai nilai tambah saat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Ia turut mengingatkan bahwa olahraga prestasi tidak dapat didesain dan diarahkan dalam jangka waktu pendek, sehingga kolaborasi antara guru olahraga dan orang tua siswa sangat penting dalam mengarahkan anak.

“Dengan adanya TKSI, diharapkan satuan pendidikan dapat melaksanakan tes ini secara rutin dan mandiri, bukan hanya sebagai pemenuhan program GSS,” jelasnya.

Selain itu, sekolah juga diharapkan terus menanamkan paradigma dan pola berpikir hidup sehat kepada siswa.

Hal ini penting agar siswa tidak hanya mencapai prestasi akademik, tetapi juga menjadi individu yang sehat dan bugar secara fisik. (yun)

Editor : Kimda Farida
#gerakan sekolah sehat #Guru #kualitas pembelajaran #pjok #BPMP #Provinsi NTB