LombokPost--Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) turut mendukung tumbuh kembang industri kecil dan menengah (IKM).
Di antaranya, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat Kompetitif Nasional Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek.
”Salah satu program unggulan yang kami laksanakan saat ini, adalah revitalisasi kelompok industri rumah tangga gerabah,” terang Ketua Tim PKM Ummat Novi Yanti Sandra Dewi.
Ia bersama anggota Tim PKM Ummat, Muliatiningsih dan Muanah memberikan bimbingan dan pelatihan kepada kelompok industri rumah tangga gerabah Muhajirin.
Beralamat di Jalan Pariwisata, dusun Muhajirin, Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar).
”Kami mengimplementasi teknologi mesin putar otomatis, diversifikasi produk berbasis limbah kresek, serta sistem manajemen yang terintegrasi,” jelas dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah ini.
Tujuannya, memberikan solusi atas tantangan yang dihadapi oleh perajin gerabah di Desa Banyumulek. Khususnya terkait produktivitas dan efisiensi proses produksi.
Menurut timnya, dalam beberapa tahun terakhir, kelompok perajin gerabah di wilayah tersebut mengalami penurunan produktivitas.
Akibat keterbatasan alat, kurangnya inovasi produk, serta tantangan dalam pemasaran.
”Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian dari Ummat menghadirkan solusi melalui pengenalan mesin putar otomatis yang mampu mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas produk,” ujar Novi.
Program ini juga memperkenalkan diversifikasi produk berbasis limbah plastik kresek, yang diolah menjadi elemen dekoratif pada gerabah. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga sebagai bagian dari kampanye ramah lingkungan.
”Tak kalah penting, mengurangi limbah plastik yang selama ini menjadi masalah di masyarakat,” terangnya.
Adapun penerapan sistem manajemen yang lebih baik juga menjadi fokus utama dalam pengabdian ini.
Dengan sistem yang terstruktur, diharapkan pengrajin gerabah dapat lebih mudah dalam mengelola proses produksi, pencatatan stok, hingga strategi pemasaran yang lebih efektif.
”Salah satu upaya adalah dengan memperluas jangkauan pasar melalui media sosial,” tegas dia.
Dirinya berharap melalui revitalisasi ini, industri gerabah tradisional dapat terus berkembang. Lebih jauh lagi, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi kelompok industri lain yang menghadapi tantangan serupa.
”Ummat terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam memajukan perekonomian masyarakat, dan mendukung keberlanjutan industri kreatif lokal,” tandas Novi.
Nuraini, sekretaris kelompok industri rumah tangga gerabah Muhajirin merasa terbantu dengan adanya program tersebut.
”Ini yang kami butuhkan agar pemasaran produk yang kami hasilkan, bisa meningkat dan lebih baik ke depannya,” kata dia. (yun/r9/*)
Editor : Kimda Farida