Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tim Pengabdian Masyarakat Faperta UMMAT Bangkitkan Ekonomi Desa Batulayar Barat

Yuyun Kutari • Minggu, 6 Oktober 2024 | 14:01 WIB
Tim Pengabdian Masyarakat Faperta UMMAT berfoto bersama masyarakat usai pelatihan pengolahan hasil hutan bukan kayu wilayah KHDTK UMMAT, di Dusun Batu Bolong Griya, Gerung, Lobar, Sabtu (5/10).
Tim Pengabdian Masyarakat Faperta UMMAT berfoto bersama masyarakat usai pelatihan pengolahan hasil hutan bukan kayu wilayah KHDTK UMMAT, di Dusun Batu Bolong Griya, Gerung, Lobar, Sabtu (5/10).

LombokPost-Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian (Faperta) UMMAT berkomitmen membangkitkan ekonomi desa.

Upayanya melalui pelatihan pengolahan hasil hutan bukan kayu wilayah Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) UMMAT, bagi masyarakat lokal di Dusun Batu Bolong Griya, Desa Batulayar Barat, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar), Sabtu (5/10).

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dan kualitas produk hasil hutan bukan kayu,” terang Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Pertanian Faperta UMMAT sekaligus Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah PWM NTB Karyanik.

Pelatihan ini dihadiri langsung oleh pemateri utama pelatihan sekaligus Wakil Dekan (WD) I Faperta UMMAT Syirril Ihromi, Ketua KHDTK UMMAT Dr Ahmad Fathoni.

Sejumlah dosen Faperta UMMAT turut serta seperti Erni Romansyah, Muliatiningsih, Dr Nurhayati, dan Nur Annisa Istiqamah, serta mahasiswa UMMAT, Nina Maliq dan Iqbal Zuliawan, dan juga masyarakat lokal Dusun Batu Bolong yang turut berpartisipasi.  

Selama sesi pelatihan, Tim Pengabdian Masyarakat Faperta UMMAT turut berdiskusi dan mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat.

Ada rasa keprihatinan terhadap kondisi sosial di desa tersebut, terutama terkait rendahnya akses pendidikan bagi remaja dan masyarakat.

“Kami berharap ada generasi muda KHDTK UMMAT yang dapat melanjutkan pendidikan hingga sarjana, guna meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal, khususnya melalui kolaborasi dengan program beasiswa bidik misi,” jelasnya.

Ketua KHDTK UMMAT Dr Ahmad Fathoni menjelaskan kawasan KHDTK seluas 93,55 hektare ini resmi dikelola UMMAT sejak tahun 2019.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan pengelola untuk menjaga kelestarian hutan.

Di kesempatan itu, dirinya turut memberikan pemahaman tentang jenis-jenis hutan, mulai dari hutan konservasi, hutan lindung, hingga hutan produksi terbatas.

Dia juga menjelaskan fungsi lindung hutan dalam mencegah erosi, banjir, serta intrusi air laut.

Selanjutnya terkait dengan hasil hutan bukan kayu, mencakup berbagai jenis produk, termasuk hewan dan tanaman, seperti rotan, bambu, madu, dan tanaman obat.

“Dengan pengolahan yang tepat, nilai ekonomi produk-produk ini dapat meningkat, dari yang awalnya bernilai sekitar Rp 40 ribu bisa bertambah hingga Rp 100 ribu yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Dalam sesi materi, WD I Faperta UMMAT sekaligus pemateri utama Syirril Ihromi memaparkan tentang bagaimana cara memanfaatkan hasil hutan bukan kayu yang tersedia di lingkungan sekitar, seperti rotan, jahe, dan kunyit, yang bisa diolah menjadi produk herbal atau minuman antibiotik.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, misalnya dengan mengambil sebagian hasil alam dan menanam kembali untuk memastikan kelestariannya.

Atensi lainnya, potensi produk gula merah yang diproduksi masyarakat, yang meskipun kualitasnya sudah baik.

“Dalam hal ini, perlu inovasi dalam ukuran dan bentuk agar lebih mudah dipasarkan dan dijangkau konsumen,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat segera membentuk kelompok tani untuk memperkuat posisi mereka, baik dalam pendampingan maupun akses ke program-program bantuan dari pemerintah.

“Harapan warga, ada penyuluh lapangan yang dapat mendampingi dalam mengembangkan hasil hutan bukan kayu ini,” tandasnya.

Atas saran tersebut, Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat Muhammadiyah PWM NTB Karyanik menyambut baik.

Pihaknya berjanji akan berupaya mencari solusi dan mengakomodir kebutuhan masyarakat, untuk mendorong kemajuan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di KHDTK UMMAT. (yun)

Editor : Kimda Farida
#Mahasiswa #pengabdian masyarakat #dosen #Fakultas Pertanian #Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)