LombokPost-Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Hibah Program Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa (Kosabangsa) 2024 kembali terlaksana di NTB, tepatnya Kabupaten Lombok Utara.
Tim yang terlibat terdiri dari perwakilan Universitas Islam Al Azhar (Unizar) Mataram.
”Kami juga berkolaborasi dengan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS),” kata Rosalina Edy Swandayani, salah satu anggota tim pelaksana.
Tim ini diketuai Dr Alvin Juniawan, Anggota lainnya adalah Halia Wanadiatri.
Sedangkan tim pendamping terdiri dari Dr Endang Retno Wedowati sebagai ketua tim pendamping. Berikutnya Dr Fungki Sri Rejeki dan Dr Dwi Haryanta sebagai anggota.
”Selain itu mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan ini dan kegiatan yang akan dilakukan akan terkonversi menjadi bagian dari MBKM dengan konversi minimal 6 SKS ke dalam mata kuliah,” jelasnya.
Adapun mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Biologi, Fakultas MIPA Unizar dan Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Unizar.
”Kegiatan ini didanai oleh Ditjen Diktiristek melalui Program Kosabangsa 2024 yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dan masyarakat dalam membantu penanganan masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Khususnya pada Daerah Rawan Bencana dan Kemiskinan Ekstrim," sambung Dr Alvin Juniawan.
Kosabangsa merupakan program pendanaan untuk menjembatani kolaborasi dalam pengembangan dan penerapan iptek yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.
Untuk dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat.
Judul Program Kosabangsa kali ini ”Peningkatan Potensi Sumber Daya Pangan Lokal untuk Menanggulangi Stunting di Daerah Rawan Bencana Kabupaten Lombok Utara”.
Dijelaskan, tujuan kegiatan untuk membantu mitra yang berada di kawasan rawan bencana dalam meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya pangan lokal untuk menanggulangi stunting.
Mitra sasaran yang pertama adalah Kelompok Ternak Kadung Molah di Dusun Penjor, Desa Genggelang. Yang kedua Kelompok Tani Beriuk Bangun di Dusun Lias, Desa Genggelang.
”Kami berterima kasih atas kegiatan bermanfaat yang diadakan di desa kami yang tentunya sesuai dengan RPJM Desa di dalam Peningkatan Kapasitas Masyarakat Desa Untuk Mendukung Ketahanan Pangan,” ujar Kepala Desa Genggelang Al Maududi.
Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan seperti sosialisasi Program Kosabangsa 2024.
Bentuk kegiatannya berupa pemamparan materi terkait program Kosabangsa 2024 dan rencana kegiatan yang akan dilakukan.
”Kami ada juga kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan kompos Kohe (Kotoran Hewan, Red) kepada masyarakat di Desa Genggelang,” imbuh Halia Wanadiatri.
Kegitan ketiga ialah pelatihan dan pendampingan pembuatan rumah pangan lestari untuk penanganan stunting di Desa Genggelang.
Turut dijelaskan, sentuhan teknologi inovasi alat dan teknologi yang diberikan kepada mitra yaitu teknologi pengolahan umbi talas menjadi tepung adalah mesin pengering umbi, mesin pengupas untuk mengupas umbi talas, mesin penepung, mesin pemotong umbi.
Alat pendukung untuk produk olahan berbahan dasar susu kambing etawa seperti alat pasteurisasi susu, alat pendingin (freezer) dan milk cans.
Tak ketinggalan mesin pencacah rumput untuk pengolahan pakan kambing etawa serta continues seller, dan vacuum sealer untuk mengemas produk.
”Berbagai jenis bibit sayuran untuk mendukung rumah pangan lestari,” pungkasnya.
Tak lupa tim mengucapkan terima kasih pada Dirjen Dikristek, atas diselenggarakannya program Kosabangsa.
Harapan mereka, kegiatan tersebut terus berlanjut. Sehingga manfaatnya dapat menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat, di daerah prioritas program. (yuk/r9)
Editor : Kimda Farida