LombokPost-Universitas Mataram (Unram) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Kamis (7/11) lalu.
Kolaborasi ini membuka peluang besar dalam riset dan pengembangan di sektor kelautan dan perikanan NTB.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unram Prof Dr Sitti Hilyana menjelaskan, kerja sama ini akan mencakup riset komprehensif di bidang kelautan, khususnya terkait potensi rumput laut dan garam.
”Pertama, kita dalam waktu dekat akan melakukan penyusunan program kerja yang akan dilakukan bersama antara BRIN dengan Unram,” ucap Prof Nana.
Seperti memetakan ulang potensi pengembangan rumput laut dan garam.
Lalu dilanjutkan penelitian bagaimana hilirisasi dari produk rumput laut.
”Juga pemberdayaan masyarakat pesisir guna meningkatkan nilai tambah dari rumput laut dan garam,” imbuh Prof Nana.
BRIN berkomitmen untuk menyediakan pendanaan. Sedangkan Unram akan mendukung melalui penyediaan sistem pendukung dan tenaga ahli untuk mewujudkan program ini.
Kerja sama tersebut tentu akan diperluas dengan melibatkan pemerintah daerah. Termasuk Bappeda NTB, Dinas Perindustrian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perdagangan, hingga ke tingkat kabupaten.
Fokus pengembangan rumput laut berada di sepuluh lokasi strategis. Sehingga akan melibatkan pemerintah daerah tingkat kabupaten.
”Untuk UMKM dibina yang berkaitan dengan pengolahan produk perikanan. Khususnya rumput laut dan garam sudah mulai diidentifikasi dan dipetakan. Tinggal melanjutkan dalam bentuk pembangunan kapasitas pada masyarakat pesisir, terutama para perempuan di kawasan pesisir,” urai Prof Nana.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan industri kelautan berbasis riset.
Serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat pesisir di NTB. (jay/r9)
Editor : Kimda Farida