LombokPost-Program makan bergizi gratis (MBG) cukup membantu siswa kurang mampu di SMKN 1 Mataram. Karena sebagian besar siswa di sekolah yang lokasinya di Jalan Jendral Sudirman Rembiga tergolong miskin. “Ada 524 siswa yang tidak membayar BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan) dari total 977 orang,” kata Kepala SMKN 1 Mataram H Ruslan.
Ia bersyukur dengan kehadiran program MBG. Sebab, banyak siswa rentan miskin dan putus sekolah. Bahkan mereka tidak memiliki uang saku yang cukup ke sekolah. “Kehadiran program ini luar biasa membantu anak-anak mengurangi uang belanja,” ujar Ruslan.
Ia membentuk tim khusus untuk menerima makanan bergizi gratis setiap hari di sekolah yang dipimpinnya. Makanan yang diterima akan disalurkan ke tempat yang telah disediakan di sekolah. Lalu dibagikan sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelas. “Jika ada siswa yang tidak masuk maka makanan tersebut akan diberikan kepada yang berhak, seperti petugas kebersihan sekolah,” ujarnya.
Untuk pola makan dibagi menjadi dua. Untuk siswa kelas XI dan XII yang masuk pagi akan menyantap makanan sebelum menunaikan salat duhur. Sementara kelas X yang masuk siang akan salat duhur dulu baru masuk ke kelas untuk menyantap makanan. “Setelah kelas XI dan XII selesai maka akan ke musala untuk salat duhur dan pulang,” pungkasnya.
Wiwik Lestari, guru SMKN 1 Mataram mengapresiasi program makan bergizi gratis. Dikatakan, siswa yang tidak mendapatkan makanan bergizi yang cukup di rumah dapat memperoleh asupan gizi yang terjamin dengan makan bersama di sekolah. “Kami sangat senang dengan adanya program MBG ini. Gizi makanan yang disediakan juga sudah dinilai oleh orang yang kompeten,” pungkasnya. (jay/r9)
Editor : Akbar Sirinawa