LombokPost-Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program strategis ini tentu harus mendapatkan dukungan dari seluruh pihak.
Untuk di Kota Mataram sendiri program MBG dimulai 13 Januari lalu dengan menyasar sebanyak 3.072 siswa tingkat SD, SMP, MTs, dan SMK. “Pogram ini harus dikawal bersama mulai dari hulu hingga hilir. Sehingga tidak mengakibatkan dampak keracunan pangan,” kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram Yosef Dwi Irwan.
“Semua harus ikut berperan agar program baik ini mencapai output yang diharapkan. Yakni, kecukupan gizi anak sekolah sebagai generasi penerus untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” imbuh Yosef.
Diutarakan, BBPOM di Mataram bersama Kodim 1606/Mataram, OPD lingkup Kota Mataram, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung mengawal pelaksanaan MBG di Kota Mataram. BBPOM di Mataram mengawal dari hulu hingga hilir pelaksanaan MBG bersama Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram. “Kami telah melakukan kitchen inspection untuk memastikan pemenuhan standar dapur produksi sesuai ketentuan,” kata Yosef.
Selain itu, pihaknya juga melakukan kordinasi dengan kepala SPPG untuk melakukan pelatihan bagi para penjamah pangan terkait proses pengolahan pangan siap saji. “Termasuk dalam pengawalan makanan untuk dipastikan aman. Bebas dari cemaran fisik, formalin, boraks, rhodamin B dan methanyl yellow dan mikrobiologi,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil uji organoleptik dan uji cepat terhadap makanan yang akan disajikan untuk siswa kata Yosef, tidak ditemukan adanya penyimpangan terhadap warna, rasa, dan bau. Serta bebas dari bahan berbahaya. (jay/r9)
Editor : Rury Anjas Andita