Diutarakan, saat adzan duhur para siswa yang beragama Islam akan keluar dari kelas melaksanakan salat berjamaah. Salat duhur berjamaah dilaksanakan di dua tempat, untuk yang laki-laki di musala, sementara yang perempuan melaksanakan salat di teras sekolah. “Untuk siswa perempuan tetap membawa muknah, sajadah, dan Alquran dari rumah,” ucapnya.
Sebelum KBM dimulai lanjut dia, terlebih dahulu siswa mengaji di sekolah selama 30 menit. “Kegiatan belajar mengajar kita mulai jam 07.30 Wita,” terangnya.
Membaca Alquran selama 30 menit sebelum KBM rutin dilakukan tiap hari. Pada kegiatan ini siswa dibimbing guru Pendidikan Agama Islam. “Guru yang menjadi pembimbing pada program mengaji bergantian,” ucapnya.
Ia ingin membiasakan siswa melaksanakan salat tepat waktu. Oleh karena itu ketika adzan duhur harus menghentikan aktivitas apapun menuju musala. “Ini kami lakukan guna menanamkan karakter yang baik dan membentengi siswa agar terhindar dari kenakalan remaja dan pergaulan bebas,” pungkasnya. (jay/r2)
Editor : Redaksi Lombok Post