Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Awal Ramadan, Siswa Libur, Guru Tetap Masuk Sekolah

nur cahaya • Sabtu, 1 Maret 2025 | 18:20 WIB

 

Yusuf
Yusuf
 

LombokPost-Libur awal Ramadan sudah dimulai sejak 27 Februari hingga 5 Maret mendatang. Libur hanya berlaku untuk siswa, sedangkan tenaga pendidik, khususnya guru ASN hanya boleh mengikuti jadwal libur pegewai yang ditetapkan pemerintah.

“Libur ini hanya untuk siswa, untuk guru ASN tidak libur, tetap bekerja,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf, Jumat (28/2).

Diutarakan, libur awal Ramadan dilaksanakan hingga 5 Maret mendatang. Setelah itu siswa akan masuk ke sekolah untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa.  “Setelah satu minggu siswa masuk, akan mengikuti mid semester. Kalau semester bulan April,” ucap Yusuf.

Ia akan turun ke sekolah untuk melihat apakah guru masuk atau tidak pada libur Ramadan. Jika ada yang tidak masuk tentu nantinya ada sanksi yang diberikan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram. “Sanksinya tergantung pelanggaran, mulai dari teguran hingga sanksi berat,” ujarnya.

Ditambahkan, pembelajaran selama Ramadan banyak diisi dengan kegiatan keagamaan. Seperti tadarus Alquran, pesantren kilat (sanlat) dan kegiatan peningkatan iman dan takwa lainnya. “Ini yang diperbanyak di sekolah,” pungkasnya.

 Baca Juga: Komisi III DPRD NTB akan Membicarakan Serius Tata Kelola Pertamina di Daerah

Siapkan Siswa Lomba Tadarus Alquran

Sementara itu, momentum Ramadan membuat SMPN 17 Mataram mempersiapkan siswanya mengikuti lomba tadarus Alquran.

“Siswa yang pintar mengaji di sekolah kita seleksi untuk ikut lomba,” kata Waka Humas SMPN 17 Mataram H Saipudin Zohri.

Diutarakan, persaingan yang semakin ketat di era globalisasi ini penting bagi siswa untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan dalam bidang agama. Lomba tadarus Alquran menjadi salah satu cara untuk melatih siswa agar siap menghadapi tantangan.

Menurutnya, melalui lomba ini siswa tidak hanya belajar untuk mempersiapkan kemampuan membaca Alquran. Tetapi juga menyiapkan mental.

“Siswa juga belajar untuk mengelola waktu dengan baik dan menghadapi tekanan dalam kompetisi,” ujarnya.

Ia berharap siswa dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan membaca Alquran dengan baik dan benar. “Keterampilan ini sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan dalam membaca Alquran,” terangnya.

Lomba ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan para siswa. Dengan mengikuti lomba ini, siswa belajar untuk tidak hanya fokus pada hasil akhir. Tetapi juga proses pembelajaran yang mereka alami selama persiapan dan pelaksanaan lomba. “Kami menyiapkan siswa untuk bersaing pada lomba tadarus Alquran,” pungkasnya. (jay/r2)

Editor : Rury Anjas Andita
#ASN #ramadan #tenaga pendidik #mengaji #Peningkatan #tadarus #bekerja #Seleksi #siswa #libur