LombokPost - Mantan rektor Universitas Mataram (Unram), Prof Mansur Ma'shum, menyoroti tantangan berat yang dihadapi pimpinan lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, yaitu efisiensi anggaran.
Menurutnya, rektor dan jajaran pimpinan harus mampu mengelola keterbatasan anggaran tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
"Efisiensi anggaran di sektor pendidikan menjadi tantangan besar. Rektor dan pimpinan lembaga pendidikan harus mampu mengatur keterbatasan anggaran tanpa mengurangi kualitas pendidikan," ujar Prof Mansur.
Pernyataan ini muncul di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, yang berdampak pada pemangkasan anggaran di berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi.
Kebijakan ini telah memicu kekhawatiran di kalangan dosen dan mahasiswa perguruan tinggi tentunya. Sebab kebijakan efisiensi ini akan berdampak pada beberapa hal, diantaranya
Pemangkasan anggaran penelitian: Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas penelitian yang merupakan salah satu pilar utama perguruan tinggi.
Operasional kampus: Efisiensi operasional diterapkan, seperti pembatasan penggunaan listrik, air, dan alat tulis kantor.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM): Kuota proposal PKM yang diterima kemungkinan akan berkurang.
Menurutnya pasti ada kekhawatiran dosen dan mahasiswa untuk kedepannya. Pastinya dampak efisiensi ini menimbulkan kekhawatiran banyak kalangan.
Dosen khawatir kualitas penelitian akan menurun. Sementara mahasiswa dan orang tua mahasiswa khawatir Uang Kuliah Tunggal (UKT) akan naik.
"Salah satu fondasi perguruan tinggi adalah penelitian. Jika anggarannya dikurangi drastis, kualitas pendidikan pasti terdampak," jelasnya.
Dikatakan efisiensi berdampak pada aktivitas akademik. Namun, kampus harus berupaya mengatasi tantangan ini dengan menetapkan skala prioritas.
"Kampus dan lembaga pendidikan harus menetapkan skala prioritas," tambahnya.
Tantangan efisiensi anggaran ini menuntut rektor dan pimpinan lembaga pendidikan tinggi untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola sumber daya. Mereka harus mampu mencari solusi agar kualitas pendidikan tetap terjaga di tengah keterbatasan anggaran. (nur)
Editor : Jelo Sangaji