LombokPost-SMPN 10 Mataram akan dipanggil orang tua dua siswanya ke sekolah. Hal ini merupakan buntut dari siswa terlibat tawuran di Rembiga pada Sabtu malam (8/3) lalu. “Siswanya sudah kita panggil dan kita berikan pembinaan,” kata Kepala SMPN 10 Mataram H Chamim Tohari, Senin (10/3).
Diutarakan, keterlibatan dua siswa yang tawuran minggu lalu diinformasikan langsung dari lurah Pejarakan. Dari informasi tersebut pihak sekolah langsung memanggil kedua siswa tersebut untuk diberikan pembinaan oleh guru di sekolah.
Informasinya, dua siswa ini diduga membawa celurit saat tawuran tengah malam itu. Chamim akan melakukan komunikasi dengan lurah dan orang tua siswa terkait persoalan ini. Sehingga siswa tidak lagi melakukan tawuran yang membahayakan dirinya dan orang lain. “Katanya siswa kami ini ikut-ikutan temannya,” tuturnya.
Saat ini, tambah dia, kedua siswanya ini sedang melaksanakan mid semester. Sehingga persoalan ini akan diselesaikan usai ujian nanti. Meski begitu pihak sekolah tetap akan memanggil orang tua siswa untuk menyelesaikan persoalan ini. (jay/r2)
Editor : Rury Anjas Andita