Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Apa Kabar Unit Pengolah Sampah Sekolahmdi Mataram?

nur cahaya • Sabtu, 26 April 2025 | 12:55 WIB

 

OLAH SAMPAH: Siswa SMPN 17 Mataram memasukkan sampah plastik ke mesin pencacah di halaman sekolah setempat, belum lama ini. Sampah plastik akan diolah menjadi paving block.
OLAH SAMPAH: Siswa SMPN 17 Mataram memasukkan sampah plastik ke mesin pencacah di halaman sekolah setempat, belum lama ini. Sampah plastik akan diolah menjadi paving block.
 

LombokPost-Sampah menjadi persoalan mendasar  di Kota Mataram. Bahkan, persoalan sampah hingga kini belum bisa ditangani secara optimal.

Salah satu penyumbang sampah di ibu kota NTB ada di setiap satuan pendidikan. Untuk itu,  Pemkot Mataram meminta satuan pendidikan membuat unit pengolahan sampah untuk mengurangi volume sampah di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf sudah melakukan rapat bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram beberapa bulan lalu. Hal ini untuk meminta satuan pendidikan mengurangi volume sampah. Dengan cara membuat unit pengolahan sampah di masing-masing sekolah. “Kami ingin ada pengurangan volume sampah di sekolah dengan diolah. Sehingga volume sampah yang dibuang ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) berkurang,” ujar Yusuf.

Dijelaskan, setiap satuan pendidikan harus memiliki unit pengolahan sampah. Seperti yang diterapkan SMPN 10 Mataram sekarang ini.

Sampah organik dan anorganik dihasilkan sekolah ini dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai. Misalnya, sampah organik seperti dedaunan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sedangkan ranting pohon dan meubelair yang rusak dimanfaatkan menjadi briket arang. Pun juga dengan sisa makanan dari kantin bisa dimanfaatkan sebagai pakan maggot.

Photo
Photo

 “Kalau sampah anorganik seperti bungkus makanan bisa dijual. Juga bisa diolah,” ucapnya.

Disamping itu lanjut dia, pihaknya meminta satuan pendidikan untuk mengurangi sampah plastik. Seperti bungkus es dari plastik diganti menggunakan gelas. Bungkus makanan dari plastik diganti menggunakan daun agar bisa dimanfaatkan menjadi pupuk.

Kepala SMPN 17 Mataram Hartati Panca Mardikawati menuturkan, saat ini pihaknya mencoba mengolah sampah plastik menjadi paving block. Ia mendatangkan mesin pencacah sampah plastik untuk diolah menjadi paving block yang akan dimanfaatkan di sekolah. “Apa yang kami terapkan di sekolah juga bisa dilakukan siswa di tempat tinggalnya masing-masing. Memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai,” pungkasnya. (jay/r2)

Editor : Redaksi Lombok Post
#briket arang #sampah #maggot #Sekolah #disdik #Mataram