Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Momen Hardiknas Universitas Mataram Berupaya Wujudkan Pendidikan Bermutu

nur cahaya • Minggu, 4 Mei 2025 | 22:30 WIB

 

PERINGATAN HARDIKNAS: Civitas akademika Universitas Mataram (Unram) mengikuti upacara bendera peringatan Haridiknas di lapangan Rektorat Unram, Jumat (2/5).
PERINGATAN HARDIKNAS: Civitas akademika Universitas Mataram (Unram) mengikuti upacara bendera peringatan Haridiknas di lapangan Rektorat Unram, Jumat (2/5).
 

LombokPost - Universitas Mataram (Unram) menggelar upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kemarin. Apel dengan tema  ‘Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’ dihadiri civitas akademika Unram.

Pidato Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto disampaikan Rektor Unram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo.

 Ia menekankan pentingnya menghadapi tantangan global seperti krisis iklim, revolusi digital, ketimpangan ekonomi, disrupsi digital, dan pekerjaan akibat kecerdasan buatan.

“Pendidikan adalah jantung peradaban. Ia adalah ruang dimana akal, karakter, dan masa depan bangsa dibentuk,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rektor Unram juga menyampaikan lima fokus perilaku strategis Kementerian, termasuk riset berdampak, ilmu pengetahuan atau sains sebagai solusi ekologis, hilirisasi riset, serta evaluasi yang transparan.

Program-program seperti wajib belajar 13 tahun, perluasan beasiswa KIP hingga LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Photo
Photo

Serta tunjangan untuk guru dan dosen turut ditegaskan sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan.

 “Transformasi pendidikan tidak bisa ditunda. Karena pendidikan hari ini adalah wajah Indonesia di masa depan,” imbuhnya.

Apel ini diakhiri dengan ajakan Rektor kepada seluruh civitas akademika Unram untuk menjadikan peringatan Hardiknas 2025 sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi di lingkungan kampus.

Prof Bambang juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda untuk membangun pendidikan di Indonesia.

Puan Ingatkan Pemerataan Kualitas Pendidikan

Sementara itu Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pentingnya pemerataan kualitas layanan pendidikan di tanah air.

Ia mendesak Pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh anak Indonesia mendapatkan kualitas pendidikan yang sama.

"Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar perayaan simbolik. Ini adalah momentum refleksi dan sekaligus pengingat bahwa pendidikan adalah janji konstitusi yang harus diwujudkan untuk seluruh anak bangsa tanpa terkecuali, baik yang tinggal di kota maupun di pelosok negeri,” kata Puan kepada wartawan, Jumat (2/5).

Puan menekankan, pemerataan pendidikan di Indonesia saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung tuntas.  Menurut politikus PDIP itu, masih ada kesenjangan kualitas pendidikan yang terjadi di perkotaan dan di pedesaan, termasuk sarana prasarana dan infrastruktur pendukungnya.

"Akses pendidikan yang adil dan layak masih menjadi kemewahan bagi sebagian anak Indonesia di daerah terpencil. Banyak sekolah di pelosok berdiri tanpa guru tetap, tanpa listrik, tanpa jaringan internet, bahkan tanpa bangku yang memadai," tuturnya.

Ia menilai, banyak anak-anak di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) yang masih sulit mengakses bangku sekolah lantaran jarak dari rumah ke sekolah yang jauh serta infrastruktur jalan yang tidak memadai.

Photo
Photo

"Anak-anak di daerah tertinggal masih harus berjalan kaki berjam-jam untuk bersekolah. Ini menunjukkan kita belum sepenuhnya merdeka dalam pendidikan," ungkap Puan.

Oleh karena itu, Pemerintah pusat dan daerah untuk bersinergi memperkuat infrastruktur dasar pendidikan, khususnya di kawasan 3T. Termasuk, kata Puan, dengan keberpihakan anggaran yang lebih berani dan berkeadilan.

"Negara tidak boleh menutup mata bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak cukup dengan angka partisipasi sekolah, tetapi harus dibarengi dengan kualitas dan keadilan akses layanan pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, Puan juga menyuarakan soal nasib para guru dan tenaga pendidik lainnya sebagai pejuang garda terdepan pendidikan nasional.

“Hingga saat ini, masih banyak guru dan elemen tenaga pendidik lain yang mengabdi dengan penuh dedikasi, namun tidak kunjung mendapatkan kejelasan status, upah layak, maupun jaminan kesejahteraan,” ujar mantan Menko PMK itu.

"Pemerintah harus memastikan bahwa penghormatan terhadap guru tidak cukup dengan seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui rekrutmen yang adil, pengangkatan yang transparan, gaji yang manusiawi, serta jaminan sosial yang pasti," sambungnya.

Di sisi lain, Puan juga menyoroti berbagai tantangan dalam dunia pendidikan yang cukup mengkhawatirkan. Seperti maraknya kasus bullying dan kekerasan di sekolah, hingga kenakalan remaja.

Ia menyebut penanganan berbagai tantangan dunia pendidikan itu diperlukan kerja sama semua pihak. Puan menekankan, penanganan kasus bullying, kenakalan anak, dan kekerasan di dunia pendidikan harus dilakukan secara komprehensif.

"Penanganan terhadap pelaku dan korban bullying serta anak bermasalah harus melibatkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Dan harus dilakukan dengan cara atau pendekatan humanis,” ucap Puan.

“Kebijakan yang diambil harus berdasarkan basis data yang jelas dan sebaiknya difokuskan pada pendidikan karakter dan psikologi serta memerhatikan unsur sosial budaya sebagai kekuatan utama dalam mencegah kenakalan anak,” imbuhnya. (jay/jpg/r2)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Unram #pendidikan #Universitas Mataram #Revolusi #hardiknas