Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

14.476 Peserta Ikuti UTBK di Unram, Ini Sejumlah Program Studi Unggulan

Ali Rojai • Senin, 5 Mei 2025 | 17:50 WIB
KERJAKAN SOAL: Peserta UTBK-SNBT di Unram saat melihat soal di layar komputer, Minggu lalu (4/5).
KERJAKAN SOAL: Peserta UTBK-SNBT di Unram saat melihat soal di layar komputer, Minggu lalu (4/5).

LombokPost-Universitas Mataram (Unram) kembali menjadi lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025.

Tahun ini, jumlah peserta yang memilih Unram sebagai lokasi ujian meningkat 18.6  persen dibandingkan tahun lalu.

Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Unram Dwi Suswanto menuturkan, peningkatan ini membuat total peserta yang mengikuti UTBK di Unram mencapai 14.476 orang.

Karena tingginya jumlah peserta, panitia pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menambah satu hari pelaksanaan UTBK di Unram, dari jadwal semula 23 April–3 Mei menjadi 4 Mei 2025.

 “Tahun ini terjadi peningkatan peserta yang cukup signifikan. Sehingga kami diberikan tambahan satu hari pelaksanaan UTBK,” kata Dwi.

Peserta UTBK di Unram didominasi oleh pendaftar asal NTB, namun jumlah peminat dari luar daerah terus mengalami peningkatan. Seperti Banten, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau tercatat menyumbang peserta yang memilih Unram. Baik sebagai lokasi ujian maupun sebagai pilihan program studi.

Dwi menyebutkan,  meningkatnya minat dari luar NTB tidak lepas dari daya tarik sejumlah program studi unggulan yang ditawarkan Unram. Seperti Pendidikan Dokter, Farmasi, Teknik Informatika, Akuntansi, dan Manajemen.

“Banyak peserta dari luar daerah memilih Unram karena melihat peluang lolos yang lebih besar dibandingkan kampus-kampus di daerah asal mereka yang persaingannya sangat ketat,” ujar Dwi.

Selain itu, Unram juga kini lebih dikenal secara nasional karena capaian-capaian prestasinya, akreditasi prodi. Hingga peringkat universitas di tingkat internasional.

“Faktor lain yang mendorong meningkatnya peminat adalah biaya kuliah di Unram yang dinilai masih terjangkau dibandingkan sejumlah perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia,” imbuh Dwi.

Tiga program studi terfavorit di jalur SNBT tahun ini pada rumpun Saintek adalah Farmasi, Pendidikan Dokter, dan Teknik Informatika. Sementara untuk rumpun Soshum, program studi dengan peminat tertinggi adalah Manajemen, Akuntansi, PGSD, dan Ilmu Komunikasi.

Program Studi Ilmu Komunikasi juga menjadi prodi yang banyak dipilih pada jalur SNBP sebelumnya.

Dari segi pelaksanaan, Unram menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh panitia pusat, termasuk dalam upaya pencegahan kecurangan.

Pemeriksaan dilakukan dengan ketat menggunakan metal detector di seluruh titik lokasi ujian, termasuk pengecekan sepatu peserta.

Selain itu, pengawasan dilakukan secara intensif oleh pengawas ruang ujian untuk mendeteksi perilaku mencurigakan selama ujian berlangsung.

“Peran pengawas sangat penting selama pelaksanaan UTBK. Mereka harus memverifikasi peserta ujian, mengawasi gerak-gerik peserta sejak awal hingga akhir ujian. Termasuk mengamati jika ada peserta yang terlihat mencurigakan atau diam terlalu lama tanpa mengerjakan soal,” urai Dwi.

Tingkat kehadiran peserta UTBK di Unram rata-rata mencapai  97 persen per sesinya.

Menurut Dwi, beberapa peserta yang tidak hadir kemungkinan karena keterlambatan, telah diterima di tempat lain, atau memutuskan untuk mengikuti tes di lokasi lain.

“Dua hari terakhir pelaksanaan UTBK juga diawasi tim monev dari panitia pusat Dr. rer. nat. Asep Supriatna, M.Si selaku Koordinator Penjaminan Mutu Panitia Nasional SNBP. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan UTBK di Unram berjalan lancar tanpa ditemukan indikasi kecurangan,” terang Dwi.

Tim Monev Panitia Pusat  Dr. rer. nat. Asep Supriatna, M.Si  menuturkan, pelaksanaan UTBK di Unram h berjalan sangat baik dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

Mulai dari proses pemeriksaan peserta, pelaksanaan ujian, hingga peserta meninggalkan lokasi.

”Tidak ditemukan adanya kecurangan. Dari sisi administrasi, seluruh alur serah terima dokumen juga dinilai tertib dan sesuai dengan ketentuan,” tandasnya. (jay)

 

 

Editor : Kimda Farida
#Unram