LombokPost--Seiring perkembangan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan yang semakin tinggi. Maka kebutuhan tenaga kerja di bidang Farmasi akan semakin meningkat pula.
Karena itu berbagai perguruan tinggi, kini berlomba menciptakan tenaga terampil dan andal di bidang kefarmasian.
Hal ini dilakukan demi menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di dunia kesehatan yang semakin kompleks.
Tak terkecuali bagi Prodi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bumigora (UBG) Mataram, yang saat ini kembali membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026.
“Total kuota yang akan diterima masuk di Prodi Farmasi UBG ini terbatas berjumlah 70 orang,” tutur Kepala Prodi Farmasi, Nurul Indriani, M.Farm.
Meski kuota terbatas, lanjutnya, hal ini dilakukan demi menjaga kemampuan kampus dalam pelayanan akademik dan kualitas lulusan dengan standar kompetensi yang optimal.
“Untuk mahasiswa Prodi Farmasi di UBG, kami bekali lulusannya dengan keahlian kewirausahaan bidang kefarmasian dan spesialisasi konsentrasi studi khusus,” tambah Indriani sapaanya karibnya.
Para lulusannya, akan diajarkan keahlian untuk mampu secara mandiri dalam meracik dan memformulasikan obat-obatan dan kosmetik berbahan alami atau herbal.
Di samping meramu obat-obatan berbahan kimia sintetik atau semi sintetik dan pelayanan kefarmasian.
“Bahkan mereka juga didorong untuk menciptakan temuan dan produk yang bernilai ekonomi untuk kemudian didaftarkan HAKI-nya (hak atas kekayaan intelektual, Red.),” tandasnya.
Selain itu, kata dia, ada juga konsentrasi kompetensi lain yang diajarkan di Prodi Farmasi ini.
Konsentrasinya terbagi empat, pertama yakni konsentrasi sains teknologi, itu fokusnya untuk meracik obat sintetik dan semi sintetik.
Kedua, konsentrasi bahan alam, itu fokusnya adalah pemisahan senyawa bahan alam dari tanaman, mineral, hewan dan tanah sekaligus.
“Itu dipisahkan senyawanya kemudian diracik dan diformulasikan menjadi produk produk herbal baik itu untuk kosmetika, make-up dan minuman herbal,” beber Indriani.
Ketiga, konsentrasi swamedikasi yaitu keahlian dalam memberikan saran terapi.
Keahlian ini meliputi penilaian atas kecocokan suatu bentuk terapi yang diterapkan kepada pasien.
Untuk kemudian memberikan saran obat herbal yang mana yang cocok untuk dikonsumsi.
Saat pasien tersebut sedang mengkonsumsi obat-obatan yang telah diresepkan dokter/rumah sakit.
Terakhir yang keempat, konsentrasi Industri.
Yakni pembekalan pengetahuan tentang dunia industri kefarmasian, jika sewaktu-waktu para lulusan direkrut menjadi tenaga farmasi di Industri-indsutri Farmasi yang ada di Pulau Jawa.
Tak hanya itu, lanjut Indriani, para mahasiswa juga diharapkan mampu menciptakan industri kecil dan menengah di bidang obat-obatan, multivitamin dan kosmetika berbahan alami atau herbal dengan tenaga kerja lokal yang ada di sekitarnya.
Demi mendukung hal itu, Prodi UBG telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
Diantaranya rumah sakit dan puskesmas, instalasi farmasi RS Kota Mataram, apotek, BBPOM dan industri rumah tangga yang menciptakan produk kosmetik dan herbal yang ada di wilayah NTB.
Untuk itu, selaku Kaprodi dirinya menghimbau bagi calon Mahasiswa peminat jurusan ini diharapkan segera mendaftarkan dirinya melalui jalur pendaftaran yang telah disediakan. Baik online maupun offline.
Untuk lebih jelasnya mengenai ketentuan dan persyaratan masuk calon mahasiswa baru dalam prodi ini, dapat diakses melalui laman website resmi milik Universitas Bumigora di https://universitasbumigora.ac.id atau konsultasi di nomer WhatsApp PMB :085936159726. (Adv)
Editor : Kimda Farida