Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Janjikan Prospek Cerah Lulusan, Prodi Seni Pertunjukkan UBG Terapkan Kurikulum OBE

Kimda Farida • Rabu, 21 Mei 2025 | 11:08 WIB
JALIN MITRA : Program Studi Seni Pertunjukan, Fakultas Seni dan Desain UBG, menjalin kemitraan strategis (MoU) dengan Taman Budaya Provinsi NTB.
JALIN MITRA : Program Studi Seni Pertunjukan, Fakultas Seni dan Desain UBG, menjalin kemitraan strategis (MoU) dengan Taman Budaya Provinsi NTB.

LombokPost--Program Studi Seni Pertunjukan, Fakultas Seni dan Desain, Universitas Bumigora, digadang-gadang menjadi embrio bagi lahirnya insan seni berbakat dari kawasan Nusa Tenggara barat.

Pasalnya, Prodi ini sangat dibutuhkan demi mendukung iklim pariwisata di NTB agar semakin berkembang dan  maju.

Terlebih prodi ini juga merupakan satu satunya program studi murni non kependidikan yang ada di NTB.

“Secara Nasional, Prodi ini baru ada di dua kampus, yakni di Universitas Negeri Medan (Unimed) Sumatera Utara dan satunya lagi di NTB, di Universitas Bumigora," jelas Baiq Larre Ginggit Sekar Wangi, Kepala Prodi Seni Petunjukan, UBG.

Karena itu dirinya mendukung segala upaya untuk memperkuat pariwisata di NTB. Termasuk dengan memperkuat prodi ini dengan menjalin banyak kemitraan.

Salah satunya dengan Taman Budaya Provinsi NTB yang telah siap berkomitmen kolaborasi bersama sanggar-sanggar dalam menampilkan pagelaran seni di tempat itu.

Beberapa diantaranya yakni Sanggar Sasak Dance dan Sanggar Seni Hayuning Management. 

“Bahkan, melalui prodi ini, Kami berkidmat agar insan seni di NTB bisa tumbuh dan bersaing, baik di pentas Nasional maupun Internasional,” terangnya.

Prodi ini menjalankan kurikulum berbasis  OBE (Outcome Based Education).

Dimana dalam pembelajarannya, mahasiswa lebih ditekankan untuk mampu mengembangkan kompetensi, keterampilan dan sikap, yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan  industri.

“Jadi tidak hanya terbatas pada teori. Tetapi juga mahasiswa dituntut untuk menghasilkan sebuah karya bernilai seni,” ujarnya.

Karena itu, para lulusannya dinilai akan memiliki prospektif yang cerah.

Dimana selama masa studinya, mereka akan ditempa menjadi calon seniman, koreografer,  aktor, musisi, sutradara, penari dan pelaku seni pertunjukan lainnya seperti teater, musik, dan tari-tarian.

Jajaran profesi tersebut sangat cocok dan bisa diandalkan dalam mengisi kegiatan kepariwisataan didaerah ini agar semakin dikenal.

Terlebih kawasan NTB sebagai basis pariwasata unggulan nasional. Baik dengan kehadiran sirkuit internasional maupun dengan keindahan pulaunya yang sudah lama terkenal.

Tentu akan banyak membutuhkan keterlibatan pelaku seni nantinya.

Ginggit, sapaan akrab Kaprodi ini, menyarankan, kepada calon mahasiswa untuk tidak ragu menekuni dunia seni melalui pembelajaran di kampus.

Selain fokus dan komprehensif, mahasiswa juga bisa terkoneksi secara sistematis dan langsung melalui jaringan kemitraan yang ada di Perguruan Tinggi. Baik dengan pelaku seni maupun industri seni yang ada di Indonesia.

Calon mahasiswa kini tak harus pergi keluar daerah untuk menimba ilmu seni pertunjukan murni. Karena sudah tersedia di daerah ini.

Walaupun terbilang baru. Namun kualitas pengajarnya sudah terbilang mumpuni.

Dikarenakan mereka merupakan praktisi andal di dunia seni dengan reputasi Nasional dan Internasional.

Beberapa diantaranya datang dari Universitas di Malaysia, Singapura dan Thailand.

“Para dosen di prodi ini, mereka bukan hanya lulusan dari kampus dalam negeri saja melainkan juga ada yang dari lulusan kampus luar negeri (Internasional),” pungkasnya. (ziz)

Editor : Kimda Farida
#Universitas Bumigora (UBG)