Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMPN 13 Mataram Terancam Belajar Lesehan Jika Tidak Ada Ini

Ali Rojai • Rabu, 4 Juni 2025 | 20:51 WIB
Siswa SMPN 13 Mataram saat mengaji di musala sekolah setempat. Siwa baru tahun ini terancam belajar lesehan jika tidak cepat disiapkan meubelair.
Siswa SMPN 13 Mataram saat mengaji di musala sekolah setempat. Siwa baru tahun ini terancam belajar lesehan jika tidak cepat disiapkan meubelair.

LombokPost- Siswa baru SMPN 13 Mataram tahun ini terancam belajar lesehan. Karena jumlah siswa yang keluar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak sebanding dengan jumlah siswa yang akan masuk.

Kepala SMPN 13 Mataram H Ahmad Saehu mengatakan, jumlah siswa yang akan diterima pada SPMB 2025 sebanyak 420 orang yang terbagi dalam sepuluh rombongan belajar (rombel).

Sementara jumlah siswa kelas IX yang lulus tahun ini sebanyak 320 orang. “Per rombel isinya 42 siswa,” kata Saehu.

Ia berterima kasih kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram karena telah memberikan kuota yang cukup ideal pada SPMB sesuai animo masyarakat. Dengan kepercayaan yang diberikan Disdik Kota Mataram tentu pihaknya akan menambah meubelair. Jika tidak siswa akan belajar lesehan karena kursi dan meja yang kurang. 

“Meubelair tidak mungkin akan disiapkan dinas dalam waktu dekat. Jadi kita yang akan beli sendiri dulu menggunakan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Penggunaan dana BOS bisa dimanfaatkan untuk pembelian meubelair,” ujar Saehu.

Ia menyebutkan, pihaknya kekurangan sekitar 110 kursi dan puluhan meja jika kuota SPBM terpenuhi. Belum lagi yang rusak akan diganti nantinya.

“Kami tetap membutuhkan bantuan dinas untuk meubelair,” ucap Saehu.

Ia sudah melakukan rapat dengan dewan guru pada SPMB ini. Ia menyosialisasikan SPMB 2025 ini ke bapak/ibu guru karena menjadi corong sekolah.

“Jangan sampai mereka memalukan karena tidak tahu sistem ini,” ujar Saehu.

Ia juga tidak ingin ada pemaksaan dalam pembelian seragam. Jangan sampai pembelian seragam menjadi syarat daftar ulang.

“Mau beli dimana silahkan, mau pakai baju kakaknya silahkan juga. Tidak ada paksaan,” cetus Saehu.

Kepala SMPN 13 Mataram H Ahmad Saehu
Kepala SMPN 13 Mataram H Ahmad Saehu

Ia membeberkan, dalam beberapa tahun ini jumlah siswa setiap SPMB di SMPN 13 Mataram cukup banyak. Yang awalnya ketika ia datang jumlah siswa hanya 600 orang dari semua kelas, kini mencapai ribuan.

“Banyaknya masyarakat menyekolahkan anaknya di SMPN 13 Mataram tidak lepas dari prestasi yang diraih siswa,” pungkasnya.

 

Editor : Prihadi Zoldic
#belajar lesehan #SMPN 13 Mataram #Disdik Kota Mataram #SPMB 2025 #bantuan operasional sekolah