LombokPost - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui jalur afirmasi tahun ini menyajikan persaingan yang cukup ketat.
Ribuan calon siswa dari keluarga tidak mampu dari berbagai wilayah bersaing memperebutkan kuota terbatas yang disediakan pada jalu afirmasi.
Jalur afirmasi bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang luas bagi kelompok rentan menjadi incaran utama bagi banyak keluarga.
Dari data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, kuota melalui jalur afirmasi sebanyak 30 persen dari total siswa yang diterima di SMA/SMK.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa untuk jalur afirmasi ini. Ini menunjukkan program ini sangat dibutuhkan dan memberikan harapan bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK,” kata Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB Supriadi, Jumat (13/6).
Tingginya animo masyarakat membuat persaingan melalui jalur afirmasi cukup ketat.
Banyak sekolah unggulan, terutama di wilayah perkotaan seperti di Kota Mataram pendaftar melalui jalur afirmasi melebihi kuota yang disiapkan.
Hal ini membuat banyak calon siswa yang memenuhi syarat afirmasi tetap harus gigit jari karena kuota yang terbatas.
Supriadi terus berupaya untuk terus mengevaluasi agar pemerataan kualitas sekolah agar jalur afirmasi dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan.
Rusniah, orang tua siswa merasa cemas dengan ketatnya persaingan pafa jalur afirmasi ini.
“Anak saya ini nilainya bagus, tapi saya khawatir tidak bisa masuk karena saingannya banyak sekali,” ujar Rusniah saat mendaftarkan anaknya di SMAN 4 Mataram.
Editor : Pujo Nugroho