LombokPost- Pendaftar jalur prestasi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Mataram membludak. Sejumlah sekolah favorit di ibu kota provinsi NTB mencatat lonjakan angka pendaftar. Ini menandakan semakin tingginya animo calon siswa untuk masuk melalui jalur non-akademik.
Pantauan di beberapa SMA Negeri unggulan seperti SMAN 1 Mataram, SMAN 2 Mataram, dan SMAN 3 Mataram menunjukkan antrian pendaftar yang cukup signifikan sejak dibukanya proses pendaftaran jalur prestasi, Jumat (20/6). Para calon siswa dan orang tua memadati posko pendaftaran untuk menyerahkan berkas dan verifikasi data.
Ketua Panitia SPMB SMAN 3 Mataram Durun Nafiz mengatakan, minat masuk SMAN 3 Mataram melalui jalur prestasi tahun ini meningkat tajam.
“Ini menunjukkan banyak calon siswa kita yang memiliki potensi luar biasa di bidang non-akademik, baik seni, olahraga, maupun keagamaan,” ujar Nafiz.
Jalur prestasi memberikan kesempatan bagi siswa yang memiliki pencapaian gemilang di luar bidang akademik untuk mendapatkan kursi di SMA Negeri tanpa perlu bersaing ketat dalam Ujian Nasional atau seleksi berbasis nilai rapor semata. Kriteria penilaian umumnya meliputi kejuaraan yang diraih di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional.
Peningkatan jumlah pendaftar ini diprediksi akan membuat persaingan semakin ketat. Kuota untuk jalur prestasi biasanya terbatas, hanya sekitar 30 persen dari total daya tampung sekolah. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi panitia seleksi untuk menentukan calon siswa terbaik.
“Kami akan melakukan verifikasi terhadap setiap berkas dan bukti prestasi yang diajukan,” tutur Nafiz.
Ketua Panitia SPMB NTB Supriadi sebelumnya mengatakan, bagi calon siswa yang ingin mendaftar melalui jalur prestasi, Dikbud NTB telah merinci beberapa kriteria penilaian.
Untuk prestasi nilai rapor bobotnya 12 persen akan diambil dari rata-rata nilai rapor semester 1 sampai 5. Pastikan nilai-nilai mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA menjadi perhatian.
Sedangkan untuk piagam/sertifikat bobotnya 10 persen yang berasal dari piagam atau sertifikat prestasi yang dimiliki, baik akademik maupun non-akademik. Ini bisa mencakup bidang sains, teknologi, riset, seni, budaya, olahraga, hingga organisasi seperti OSIS dan Pramuka.
“Bukti prestasi ini diterbitkan paling lambay 6 bulan dan paling lama 3 tahun sejak tanggal pendaftaran SPMB,” ujar pria yang juga menjabat Kabid Pembinaan SMK Dikbud NTB.
Sementara untuk prestasi keagamaan bobotnya 8 persen berasal dari prestasi di bidang keagamaan. Misalnya tahfiz Alquran atau prestasi keagamaan lainnya.
Selain itu, calon peserta jalur prestasi juga harus memenuhi persyaratan umum SPMB SMA NTB. Yakni, lulus SMP/MTs atau sederajat dan memiliki Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL). Usia maksimal 21 tahun pada tanggal 1 Juli 2025. Memiliki akta kelahiran yang dilegalisir lurah/kepala desa sesuai domisili, memiliki Kartu Keluarga (KK). “Persyaratan SPMB ini biasanya ditempel di sekolah,” pungkasnya.**
Editor : Pujo Nugroho