Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sekolah Rakyat Diluncurkan 14 Juli 2025, tanpa Tes Akademik, Fokus Kembangkan Talenta Siswa Miskin

Marthadi • Kamis, 3 Juli 2025 | 22:41 WIB

Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
LombokPost - Penyelenggaraan Sekolah Rakyat tetap sesuai jadwal. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan Sekolah Rakyat akan resmi diluncurkan serentak pada 14 Juli 2025 mendatang, sebagai wujud komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia.

Pada tahap awal, Sekolah Rakyat hadir di 100 titik di seluruh Indonesia, memanfaatkan gedung milik Kementerian Sosial (Kemensos). Ada sebanyak 9.755 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang akan menjadi murid Sekolah Rakyat di jenjang SD, SMP, dan SMA. Mereka akan dibimbing oleh 1.554 guru dan 3.390 tenaga pendidik pendukung yang sudah dipersiapkan khusus.

“Kami terus mematangkan persiapan. Insya Allah, pembelajaran di Sekolah Rakyat bisa dimulai tanggal 14 Juli,” tegas Gus Ipul dalam temu media di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (1/7).

Saat ini, tim formatur Sekolah Rakyat terus melakukan finalisasi guru, tenaga pendidikan, hingga instrumen pelengkap kurikulum. Rencananya, para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan akan mulai masuk asrama dalam waktu dekat. Seminggu kemudian, para siswa Sekolah Rakyat akan menyusul masuk asrama.

Menariknya, Sekolah Rakyat tak menerapkan tes akademik bagi calon siswa. Sebaliknya, ada proses talent mapping menggunakan aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memetakan potensi dan gaya belajar siswa. Pemetaan ini mencakup potensi akademik, karier, interaksi sosial, ekstrakurikuler, dukungan emosional, hingga roadmap pengembangan siswa.

“Manajemen Talenta ini bukan untuk menilai siapa pintar dan siapa tidak. Semua anak punya keistimewaan masing-masing yang harus dikembangkan,” jelas Gus Ipul.

Selain talent mapping, ada tes kesehatan guna memastikan kesiapan siswa. Tes ini juga bukan sebagai alat seleksi atau diskualifikasi, melainkan untuk mendukung kelancaran proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat M. Nuh menambahkan, teknologi pemetaan talenta ini dikembangkan bersama motivator nasional Ary Ginanjar dari ESQ Corp. Teknologi ini diklaim hemat biaya, efisien, dan mampu memetakan potensi siswa secara lebih rinci hingga ke sub-kuadran, bukan sekadar empat tipe kepribadian.

“Ini pertama kalinya sistem seperti ini diterapkan di Indonesia, bahkan di dunia. Kita mulai dari Sekolah Rakyat,” ujar M. Nuh.

Proses pemetaan talenta ini dianggap krusial untuk menggali potensi siswa sejak dini, agar pengembangan karakter dan akademiknya berjalan optimal. Ary Ginanjar menambahkan, setiap anak memiliki keistimewaan layaknya tokoh-tokoh Indonesia yang punya keahlian berbeda meski bernama sama—seperti Rudy Habibie, Rudy Hadisuwarno, Rudy Chaerudin, dan Rudy Hartono.

“Dengan pemetaan ini, potensi anak bisa meningkat hingga 744 persen seperti riset Nebraska University. Dari Sekolah Rakyat, kita bangun generasi emas 2045,” tegas Ary Ginanjar.

Untuk kurikulum, Sekolah Rakyat menggunakan tiga kurikulum utama: Kurikulum Persiapan (untuk pemetaan dan penguatan bidang lemah siswa), Kurikulum Sekolah (menggunakan kurikulum nasional), dan Kurikulum Asrama (fokus pendidikan karakter). Persiapan keseluruhan nyaris 100 persen, kecuali beberapa kebutuhan pelengkap untuk asrama.

Peluncuran Sekolah Rakyat 14 Juli 2025 diharapkan menjadi tonggak penting menciptakan pemerataan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, serta mempersiapkan mereka menjadi generasi unggul Indonesia Emas 2045. (*)

Editor : Marthadi
#Kemensos #saifullah yusuf #Sekolah Rakyat #generasi emas 2045