Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir dan Krisis Siswa Menghantui SMPN 22 Mataram

Ali Rojai • Selasa, 8 Juli 2025 | 18:32 WIB
Tembok pembatas SMPN 22 Mataram roboh karena luapan air sungai yang ada di utara sekolah, Minggu lalu (6/7).
Tembok pembatas SMPN 22 Mataram roboh karena luapan air sungai yang ada di utara sekolah, Minggu lalu (6/7).

LombokPost- Kabar duka datang dari SMPN 22 Mataram. Sekolah yang berlokasi di Jalan Gontoran, Bertais ini, tak hanya mengalami krisis siswa, tapi juga dilanda bencana. Tembok SMPN 22 Mataram roboh diterjang banjir. Krisis siswa dan robohnya tembok jadi pukulan ganda bagi sekolah ini.

Kekurangan siswa di SMPN 22 Mataram sudah terasa sejak proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Dari kuota 64 siswa, hingga penutupan pendaftaran, baru 32 siswa yang mendaftar. SMPN 22 Mataram kekurangan siswa dan hal ini menambah daftar panjang masalah yang dihadapi sekolah.

Belum selesai urusan kekurangan siswa, tembok SMPN 22 Mataram roboh akibat luapan sungai usai hujan deras, Minggu lalu (6/7).

Air sungai naik drastis hingga menekan tembok pembatas sekolah. Tembok SMPN 22 Mataram tak mampu menahan tekanan air dan roboh sepanjang ratusan meter. Air pun masuk ke lingkungan sekolah dan menyebabkan banjir di sejumlah ruangan.

“Air sampai masuk ke ruangan,” ungkap Kepala Bidang Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Syarafudin yang waktu itu meninjau SMPN 22 Mataram.

Ia memastikan SMPN 22 Mataram akan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Mataram, mengingat beberapa sekolah lain juga terdampak banjir.

Kepala SMPN 22 Mataram Nasrullah, mengatakan tembok yang roboh itu baru dibangun Juli tahun lalu. Hujan deras membuat air sungai meluap dan merobohkan tembok sekolah.

“Air mulai masuk setelah tembok SMPN 22 Mataram roboh. Ketinggian air di ruangan mencapai lutut,” ujarnya.

Kondisi SMPN 22 Mataram saat ini benar-benar memprihatinkan. Sekolah dilanda krisis siswa karena pendaftar SPMB minim dan infrastruktur rusak akibat banjir.

Tembok pembatas SMPN 22 Mataram yang roboh akibat luapan air sungai harus segera diperbaiki.
Tembok pembatas SMPN 22 Mataram yang roboh akibat luapan air sungai harus segera diperbaiki.

Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan dan Pemkot Mataram segera memperbaiki tembok yang roboh agar banjir tidak terulang di masa mendatang.

“Banjir di sekolah bisa berulang jika tidak ada antisipasi jangka panjang,” tutup Nasrullah. (jay)

Editor : Pujo Nugroho
#tembok roboh #SMPN 22 Mataram #air sungai meluap #SPMB 2025 #kekurangan siswa #Banjir