Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wacana Merger SD Muncul Kembali, Dianggap Jadi Solusi Krisis Siswa Baru

Ali Rojai • Rabu, 16 Juli 2025 | 18:26 WIB
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf

LombokPost -Jumlah siswa yang minim di sejumlah SD negeri di Kota Mataram mendorong Dinas Pendidikan setempat merancang langkah merger.

Upaya ini dilakukan agar proses pembelajaran lebih efektif dan efisien, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

Rencana merger ini menjadi respons atas kondisi sejumlah sekolah yang hanya memiliki belasan siswa dalam satu rombongan belajar (rombel).

Menurut Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf, kondisi tersebut tidak ideal baik dari sisi anggaran maupun proses pembelajaran.

“Ada SD yang bahkan hanya memiliki 10 sampai 15 siswa dalam satu kelas. Ini tidak efektif, dan kita harus mengambil langkah,” katanya, Senin lalu (14/7).

Disdik Kota Mataram mencatat beberapa sekolah yang berpotensi dimerger. Di antaranya, SDN 15 Mataram dengan SDN 19 Mataram, SDN 14 Mataram dengan SDN 11 Mataram, serta SDN 36 Ampenan dengan sekolah di sekitarnya.

Merger diprioritaskan pada sekolah-sekolah yang lokasinya berdekatan dan jumlah siswanya di bawah standar nasional.

“Dengan merger SD, kami bisa mengoptimalkan tenaga pendidik, fasilitas sekolah, serta alokasi anggaran operasional. Ini bukan sekadar penggabungan gedung, tetapi upaya membangun sekolah yang lebih berkualitas,” terang Yusuf.

Merger juga diiringi penataan ulang penempatan guru agar pemerataan kualitas pembelajaran bisa tercapai.

Guru dari sekolah yang digabungkan akan diarahkan sesuai kebutuhan di sekolah baru hasil penggabungan.

Meski masih dalam tahap pembahasan, kata Yusuf, rencana merger SD akan dikaji matang dengan melibatkan pemangku kepentingan mulai dari komite sekolah, kepala sekolah, hingga orang tua siswa.

Tidak hanya soal efisiensi, merger juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, kompetitif, dan menyenangkan.

Menurutnya, merger SD dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk menjawab tantangan pendidikan dasar di Kota Mataram. Dengan jumlah sekolah yang merata, proses pembelajaran diyakini akan lebih efektif.

“Kami juga akan lebih mudah meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi tenaga pendidik maupun fasilitas sekolah,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Disdik Kota Mataram #merata #sd #Krisis Siswa #merger #berkualitas