Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Termasuk? Fakta-Fakta Sekolah Rakyat Gagasan Presiden Prabowo, Ada Pendidikan Inklusif Hingga Asrama Gratis

Fratama P. • Minggu, 20 Juli 2025 | 20:15 WIB
Sekolah rakyat gagasan Prabowo akan dibuka
Sekolah rakyat gagasan Prabowo akan dibuka

LombokPost - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan dengan meluncurkan Sekolah Rakyat gagasan Prabowo Subianto.

Program sekolah rakyat gagasan Prabowo atau pendidikan berasrama ini dirancang khusus untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Inisiatif Presiden Prabowo Subianto ini menjadi wujud nyata dalam memuliakan keluarga kurang mampu dan mendorong kebangkitan "wong cilik" melalui akses pendidikan berkualitas dan terjangkau.

Pendidikan Inklusif dengan Fasilitas Lengkap

Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi komprehensif untuk memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap memperoleh hak pendidikan dan pengasuhan yang optimal.

Program ini menyediakan fasilitas lengkap, mencakup asrama bagi siswa dan guru, serta kelas modern dengan sarana pembelajaran terkini.

Saat ini, Sekolah Rakyat telah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Papua, menunjukkan jangkauan yang luas.

Kisah Arista: Kembali Merajut Mimpi Pendidikan

Salah satu bukti nyata keberhasilan program ini adalah kisah Arista, seorang remaja yang selama lima tahun harus menelan pil pahit karena putus sekolah.

Perjalanan pendidikannya penuh tantangan; ia sempat mengenyam bangku kelas 1 Madrasah Tsanawiyah (MTs) namun hanya bertahan dua bulan.

Di usia produktif untuk belajar, Arista harus menepi dari dunia pendidikan.

Meskipun hidup tanpa status pelajar selama setengah dekade, semangat belajarnya tak pernah padam.

Ia sempat mencoba jalur pendidikan nonformal melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), namun tetap menghadapi keterbatasan.

Hingga akhirnya, secercah harapan muncul ketika ia mendengar tentang Sekolah Rakyat, sebuah sekolah gratis yang didirikan untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu melanjutkan pendidikan.

Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Sonosewu di Yogyakarta menjadi pelabuhan baru bagi Arista.

Dengan sistem asrama dan fasilitas pendidikan gratis, sekolah ini membuka akses belajar bagi siapa saja, tanpa batasan usia atau latar belakang.

Ini memberikan harapan baru bagi banyak anak, termasuk Arista, untuk kembali menempuh pendidikan formal.

Kini, Arista mengenakan seragam sekolah dengan senyum bahagia dan semangat membara.

Ia sangat senang bisa mendapatkan banyak teman baik serta lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung.

Di rumah, Arista tinggal bersama kakek, nenek, dan adiknya.

Meskipun orang tuanya tidak selalu mendampingi dan beban ekonomi keluarga ditanggung kakek-nenek yang lanjut usia, dari kehidupan sederhana itulah Arista belajar arti ketekunan dan daya juang.

Ia tak pernah kehilangan semangat, bahkan setelah menunggu lima tahun untuk kembali duduk di bangku sekolah.

Bagi Arista, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga wadah untuk menumbuhkan mimpi.

Ketika ditanya cita-citanya, Arista menjawab dengan penuh keyakinan bahwa ia ingin menjadi seorang diplomat.

Sebuah cita-cita besar bagi seorang gadis dari pelosok Bantul, namun bukan hal mustahil dengan tekad yang kuat, dan Sekolah Rakyat menjadi tempat yang menyuburkan mimpi-mimpi seperti Arista.

Tentunya kehadiran sekolah rakyat gagasan Prabowo akan menjadi awal mewujudkan mimpi banyak rakyat kecil.***

Editor : Fratama P.
#prabowo #pendidikan #Sekolah Rakyat #NTB