Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dosen Poltekkes Kemenkes Latih Kader Kesehatan Desa Bonjeruk Deteksi Dini Asam Urat

Kimda Farida • Sabtu, 26 Juli 2025 | 09:45 WIB
EDUKASI WARGA: Foto bersama dosen Poltekkes Kemenkes Mataram, kader kesehatan, dan warga usai pelatihan POCT dan pengenalan Kopi Songgak di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah.
EDUKASI WARGA: Foto bersama dosen Poltekkes Kemenkes Mataram, kader kesehatan, dan warga usai pelatihan POCT dan pengenalan Kopi Songgak di Desa Bonjeruk, Lombok Tengah.

LombokPost--Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Mataram menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, belum lama ini.

Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui pelatihan deteksi dini penyakit asam urat serta promosi minuman herbal inovatif berbasis kearifan lokal.

Ketua tim pengabdi, Lale Budi Kusuma Dewi, menjelaskan bahwa agenda utama kegiatan adalah pelatihan penggunaan alat Point of Care Testing (POCT) kepada para kader kesehatan di desa.

Dengan pelatihan ini, para kader dibekali kemampuan untuk melakukan skrining kadar asam urat secara mandiri dan cepat kepada warga di lingkungannya.

“Pelatihan ini penting agar masyarakat bisa mengetahui lebih dini kondisi kesehatannya. Bila kadar asam urat terdeteksi tinggi, bisa segera dilakukan penanganan,” jelas Lale.

Sebagai bentuk keberlanjutan, tim pengabdi juga menghibahkan alat POCT kepada para kader agar bisa terus dimanfaatkan untuk pemeriksaan rutin warga.

Tak hanya pelatihan, dalam kesempatan yang sama, tim juga memperkenalkan Kopi Songgak, sebuah inovasi minuman berbasis kopi dan rempah-rempah yang dikembangkan sebagai alternatif pendukung penurunan kadar asam urat darah.

Kopi ini merupakan hasil penelitian kolaboratif antara dosen Jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Mataram, dosen Prodi Farmasi, dan Kedokteran Universitas Mataram.

Berdasarkan hasil uji coba awal, kopi tersebut memiliki potensi antioksidan, membantu menurunkan kadar asam urat, meningkatkan sistem imun, dan meningkatkan hemoglobin pada penderita TB Paru.

Kopi Songgak juga telah dihilirisasi dan diproduksi oleh CV Generasi Lintas Cakrawala yang berlokasi di Desa Bonjeruk.

Dalam kegiatan ini, kopi tersebut dibagikan secara cuma-cuma kepada warga yang teridentifikasi memiliki kadar asam urat tinggi.

“Warga diminta mengonsumsi Kopi Songgak selama dua minggu, dan dilakukan pengukuran kadar asam urat sebelum dan sesudahnya. Hasilnya, sebagian peserta menunjukkan penurunan kadar asam urat,” terang Lale.

Desa Bonjeruk sendiri merupakan salah satu wilayah binaan Poltekkes Kemenkes Mataram, yang selama ini aktif bekerja sama dengan Kecamatan Jonggat dalam pelaksanaan program Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui kegiatan ini, kampus berharap bisa membangun kesadaran warga tentang pentingnya deteksi dini penyakit serta mendorong pemanfaatan kearifan lokal dalam pengobatan tradisional.

Program ini mendapat sambutan hangat dari warga dan pemerintah desa.

Harapannya, program serupa dapat terus dilanjutkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Lombok Tengah.

Selain Lale Budi Kusuma Dewi, tim pengabdi juga melibatkan Lalu Srigede dan Ari Khusuma, dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Mataram sebagai anggota. 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Poltekkes Kemenkes Mataram #pengabdian masyarakat