Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Unram Dukung Hilirisasi Rumput Laut KWT Rasa Saling Sayang Desa Kuta Lombok Tengah

Ali Rojai • Kamis, 31 Juli 2025 | 18:51 WIB
Dosen dan mahasiswa Unram foto bersama KWT Rasa Saling Sayang pada program hilirisasi pangan dan promosi kreatif produk rumput laut lokal di Dusun Ebunut, Kuta, Lombok Tengah.
Dosen dan mahasiswa Unram foto bersama KWT Rasa Saling Sayang pada program hilirisasi pangan dan promosi kreatif produk rumput laut lokal di Dusun Ebunut, Kuta, Lombok Tengah.

LombokPost- Universitas Mataram (Unram) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong hilirisasi rumput laut lokal.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen dan mahasiswa Unram melatih para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Rasa Saling Sayang di Desa Kuta, Lombok Tengah, agar mampu mengolah rumput laut menjadi produk pangan bernilai ekonomi tinggi.

Kegiatan ini mengusung tema ‘Hilirisasi Pangan dan Promosi Kreatif Produk Rumput Laut Lokal’ yang bertujuan memperkuat posisi petani perempuan dalam rantai nilai komoditas rumput laut.

Pelatihan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung hilirisasi rumput laut dan pemberdayaan perempuan di daerah pesisir.

Bertempat di Rumah Produksi KWT Rasa Saling Sayang, Dusun Ebunut, kegiatan yang digelar pada Selasa lalu (29/7) ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari Unram.

Tim diketuai oleh Dosen Prodi Ilmu Tanah Unram Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah, dengan anggota dosen Ilmu Komunikasi YY Wima Riyayanatasya, S.I.Kom., M.A. dan dosen Teknologi Pangan Riezka Zuhriatika Rasyda, S.TP., M.Si. Serta dua mahasiswa, Dinda Marita dan Abdul Majid Azzuandi.

Mereka memberikan pelatihan dan pendampingan teknis tentang cara pengolahan rumput laut menjadi makanan olahan siap saji dan camilan sehat. Proses ini menjadi bagian penting dalam hilirisasi pangan berbasis rumput laut lokal.

Ketua KWT Rasa Saling Sayang Novi menjelaskan, bahwa kelompok ini dibentuk sejak 2022 atas inisiasi Unram dan ITDC, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

KWT ini menjadi wadah pemberdayaan perempuan pesisir agar tidak hanya menjual rumput laut segar dengan harga murah, tetapi juga bisa meningkatkan nilai tambah melalui produk olahan.

“Selama ini harga rumput laut segar sangat rendah dan tidak sebanding dengan upaya budidayanya. Kami berharap melalui pelatihan ini, anggota KWT bisa memproduksi makanan dari rumput laut sendiri,” ujar Novi.

Harapan serupa diungkapkan Ningsih, salah satu anggota KWT. Ia ingin mampu mengolah hasil panennya sendiri menjadi produk hilirisasi rumput laut dengan harga lebih baik di pasar.

Sementara itu, Kepala Dusun Ebunut Panye Rahmat menyambut baik inisiatif ini.

Ia menilai pelatihan pengolahan rumput laut dari Unram merupakan langkah nyata dalam memberdayakan perempuan di desanya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan diharapkan terus berlanjut,” ujarnya.

Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Kompetitif Nasional melalui skema Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Hibah BIMA Tahun Anggaran 2025 dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dengan pelatihan ini, hilirisasi rumput laut bukan lagi sekadar wacana. Tetapi menjadi gerakan nyata dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan pesisir melalui produk pangan lokal berbasis rumput laut. **

Editor : Redaksi Lombok Post
#ILMU TANAH #Lombok Tengah #Unram #Desa Kuta #Perempuan Pesisir #rumput laut #KWT Rasa Saling Sayang #hilirisasi