Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

KKN UNRAM 2025 dan Dinas Pertanian Lombok Barat Dorong Petani Kakao Terapkan Budidaya Modern di Desa Lembah Sempaga

Kimda Farida • Senin, 4 Agustus 2025 | 14:17 WIB
Para petani Desa Lebah Sempaga antusias mengikuti sosialisasi budidaya kakao yang digelar KKN UNRAM 2025 bersama Dinas Pertanian Lombok Barat, Sabtu (12/7).
Para petani Desa Lebah Sempaga antusias mengikuti sosialisasi budidaya kakao yang digelar KKN UNRAM 2025 bersama Dinas Pertanian Lombok Barat, Sabtu (12/7).

LombokPost--Budidaya kakao kembali mendapat perhatian serius. Kali ini, mahasiswa KKN UNRAM 2025 bekerja sama dengan Dinas Pertanian Lombok Barat menggelar sosialisasi best practice budidaya kakao di Desa Lembah Sempaga.

Kegiatan ini berlangsung Sabtu (12/7), dan diikuti sembilan kelompok tani setempat.

Mengusung semangat meningkatkan produktivitas kakao lokal, para petani diajak memahami budidaya kakao modern yang ramah lingkungan, dari pemilihan bibit unggul hingga pascapanen.

Kegiatan berlangsung di gudang milik Ketua Kelompok Tani Tumbuh Subur, Pak Marzuki.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Lombok Barat, Hj. Helmi, SP, menyampaikan pentingnya budidaya kakao terintegrasi untuk hasil panen yang berkualitas tinggi.

"Petani perlu memahami bahwa pemilihan bibit kakao, jarak tanam, dan perawatan cabang punya pengaruh besar terhadap produktivitas," tegas Hj. Helmi.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Unram Ajar Kader Posyandu Desa Paok Motong Buat Jamu Tradisional

Ia memaparkan lima poin utama teknik budidaya kakao efektif:

  1. Pemilihan bibit unggul tahan hama dan penyakit,

  2. Teknik olah lahan dan jarak tanam ideal,

  3. Pemangkasan rutin dan perawatan bunga,

  4. Pengendalian hama kakao berbasis lingkungan (PHT),

  5. Proses fermentasi dan pengeringan untuk meningkatkan kualitas kakao.

Sebelum pemaparan materi, peserta diajak mengecek langsung kondisi tanaman kakao.

Tujuannya mengenali gejala serangan hama seperti penggerek buah kakao, lalat buah, kutu putih, serta penyakit seperti busuk buah kakao (Phytophthora palmivora) dan jamur upas.

Dari hasil observasi, dilakukan pemangkasan cabang dan daun yang terserang.

“Kami juga memberi contoh pengendalian hama kakao secara alami menggunakan pestisida nabati, dan menekankan pentingnya rotasi tanaman,” jelas Helmi.

Fermentasi biji kakao juga menjadi sorotan utama. Selama ini, banyak petani hanya menjemur tanpa fermentasi.

Baca Juga: Warga Desa Keruak dan Mahasiswa KKN Unram Gelar Penghijauan

Padahal, proses fermentasi menentukan aroma, rasa, dan nilai jual kakao.

“Selama ini kami pikir menjemur saja cukup. Tapi setelah tahu pentingnya fermentasi, kami ingin coba mulai musim panen depan,” kata seorang petani peserta.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antara kelompok tani, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta menerima panduan teknis budidaya kakao yang disusun mahasiswa KKN UNRAM bersama Dinas Pertanian.

Dengan pendekatan praktis dan partisipatif, kolaborasi KKN UNRAM 2025 dan Dinas Pertanian Lombok Barat ini diharapkan mampu mendorong produktivitas kakao di Desa Lembah Sempaga, sekaligus meningkatkan daya saing kakao lokal di pasar nasional dan global.

Editor : Kimda Farida
#budidaya kakao #KKN Unram