Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SMKN 1 Jonggat Siapkan Siswa Siap Kerja Lewat Teaching Factory

Ali Rojai • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:35 WIB
Siswi SMKN 1 Jonggat mencoba bebek listrik hasil konversi sepeda motor BBM menjadi motor listrik di sekolah setempat.
Siswi SMKN 1 Jonggat mencoba bebek listrik hasil konversi sepeda motor BBM menjadi motor listrik di sekolah setempat.

LombokPost - SMKN 1 Jonggat, Lombok Tengah, terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran berbasis teaching factory untuk menyiapkan siswa siap kerja.

Melalui program ini, siswa belajar langsung di lingkungan praktik menyerupai pabrik sesuai standar industri.

Kepala SMKN 1 Jonggat Ruju Rahmat mengatakan, pendekatan teaching factory dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan vokasi dengan praktik industri nyata.

“Siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung praktik seperti di pabrik sungguhan,” tegasnya, Kamis (7/8).

Saat ini, sekolah memiliki sejumlah kompetensi keahlian (KK) yang sudah menerapkan teaching factory.

Antara lain Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Desain Komunikasi Visual (DKV), dan KK Desain dan Produksi Busana.

Salah satu inovasi mencolok hadir di jurusan TBSM. Dimana, siswa tidak hanya melakukan servis motor, tetapi juga belajar mengonversi motor BBM menjadi motor listrik.

“Ini bagian dari pembelajaran berbasis teknologi hijau, dan sangat relevan dengan tren industri otomotif saat ini,” jelas Ruju.

Melalui teaching factory lanjut dia, siswa dibiasakan dengan ritme kerja industri, penerapan SOP (Standar Operasional Prosedur), manajemen produksi, hingga kerja tim.

Sistem ini mendekatkan siswa pada prinsip link and match antara sekolah dan dunia industri dan dunia kerja (DUDI).

“Banyak lulusan SMK yang masih belum siap kerja karena kurang praktik. Dengan teaching factory, siswa SMK bisa langsung masuk dunia kerja atau bahkan buka usaha sendiri setelah lulus,” tambah Ruju.

Program teaching factory di SMKN 1 Jonggat juga melibatkan mitra industri sebagai partner aktif. Mereka memberikan masukan terhadap kurikulum dan terlibat dalam evaluasi produk siswa.

Di jurusan TKRO kata Ruju, siswa ikut menangani servis kendaraan dari masyarakat umum.

Sedangkan di bidang desain dan busana, siswa memproduksi pakaian dan desain grafis sesuai permintaan klien lokal.

“Pendidikan vokasi harus relevan dan adaptif, dan teaching factory adalah jawabannya. Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara teori, tapi juga terampil dan siap kerja di lapangan,” tandasnya. (*)

Editor : Prihadi Zoldic
#Dunia usaha dunia industri #pendidikan vokasi #Teaching Factory #siap kerja #SMKN 1 Jonggat #link and match #Praktik Langsung