LombokPost - SMAN 3 Mataram (Smanti) menegaskan komitmennya menjaga proses belajar tetap kondusif. Meski berdekatan dengan titik aksi demonstrasi sebelumnya, sekolah memastikan lingkungan belajar aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Plt Kepala SMAN 3 Mataram Yuspita Martiningrum menuturkan, prioritas utama adalah keamanan siswa dan kelancaran kegiatan belajar mengajar (KBM). Beberapa langkah strategis diambil usai demo agar siswa tetap fokus.
Langkah pertama, sekolah berkoordinasi dengan orang tua untuk mengimbau agar siswa tidak ikut terlibat dalam aksi demonstrasi. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam memantau aktivitas anak di luar sekolah.
Kedua, guru dan staf sekolah diterjunkan untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan seperti sekitar Polda NTB dan DPRD NTB.
“Ini untuk memastikan tidak ada siswa SMAN 3 Mataram yang bergabung dalam kerumunan demo,” ujar Yuspita.
Selain pengawasan, sekolah juga melakukan pendekatan persuasif. Guru aktif memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya konsentrasi pada pendidikan dan menjauhi kegiatan yang berisiko.
“Alhamdulillah, kegiatan belajar mengajar kondusif, tidak ada siswa kami yang keluar dari sekolah,” tegasnya.
Yuspita memastikan kualitas pendidikan tidak terganggu. Jadwal belajar tetap berjalan normal dengan penyesuaian seperlunya agar siswa tetap nyaman.
Sekolah juga membuka ruang komunikasi dua arah, sehingga siswa merasa bebas menyampaikan kekhawatiran mereka.
Dengan langkah ini kata Yuspita, SMAN 3 Mataram membuktikan diri mampu menjaga pembelajaran kondusif sekaligus menegaskan komitmen agar siswa tidak ikut terlibat dalam aksi demonstrasi. (*)
Editor : Prihadi Zoldic