LombokPost- PGRI Kota Mataram menyoroti lamanya jabatan pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di sejumlah SD dan SMP negeri. Kondisi ini membuat posisi Plt kepala sekolah terasa seperti definitif karena terlalu lama tidak ada pengisian kasek lowong.
Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto mengatakan, sudah cukup lama jabatan kepala sekolah lowong tanpa kejelasan. Padahal, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram melalui bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sudah merencanakan pengisian kasek lowong sejak beberapa tahun lalu.
Namun hingga kini, pengisian kepala sekolah masih tertunda. Surat imbauan dari Ditjen GTK Kemendikdasmen terkait penangguhan mutasi guru dan kepala sekolah disebut hanya sebatas imbauan, bukan regulasi resmi.
PGRI Kota Mataram menilai alasan adanya program pembelajaran mendalam, coding, dan AI dalam kurikulum baru seharusnya tidak menghambat pengisian kasek lowong.
“Banyak Plt kepala sekolah sudah menjabat hingga tiga tahun. Ini Plt rasa definitif, dan tentu tidak baik untuk kemajuan sekolah,” tegas Imam, Rabu (3/9).
Menurutnya, semangat seorang Plt kepala sekolah tidak akan sama dengan kepala sekolah definitif. Apalagi saat ini ada tujuh jabatan kepala SMP yang lowong, ditambah belasan posisi lagi akan kosong pada akhir tahun, belum termasuk kepala SD yang juga banyak lowong.
Imam mendesak Disdik Kota Mataram segera melakukan pengisian kasek lowong. Menurutnya, sekolah membutuhkan arah kepemimpinan yang jelas dari kepala sekolah definitif sebagai nahkoda pendidikan.
“Kalau Plt ada keraguan membawa sekolah maju. Banyak guru senior yang sebenarnya bisa dioptimalkan. Sayang jika potensi manajerial dan kreativitas mereka tidak dimanfaatkan,” pungkasnya.
Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf sebelumnya menuturkan, sesuai aturan, guru yang menjadi kasek harus memiliki sertifikat calon kepala sekolah (cakep). Namun hasil konsultasi dengan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, memungkinkan guru tanpa sertifikat cakep tetap bisa diangkat menjadi kepala sekolah lowong jika dinilai kompeten, terutama dalam aspek manajerial.
“Guru tetap boleh diangkat menjadi kasek jika memiliki kompetensi dan kemampuan manajerial. Kasek juga harus punya jiwa sosial dan membaur dengan masyarakat,” ujar Yusuf.
Saat ini, tercatat ada 18 SD negeri dan tujuh SMP negeri di Kota Mataram yang masih kosong jabatan kaseknya. Jumlah kasek lowong ini diprediksi terus bertambah pada Oktober hingga Desember mendatang seiring adanya kasek yang memasuki masa pensiun.
Untuk diklat calon kepala sekolah kata Yusuf, saat ini hanya tersedia tiga kuota dengan biaya dari pemerintah pusat.
Disdik Mataram berencana menyiapkan anggaran tambahan agar lebih banyak guru bisa mengikuti diklat cakep sehingga mempercepat pengisian kepala sekolah lowong.(*)
Editor : Siti Aeny Maryam