LombokPost – Guna memperkuat peran Bahasa Indonesia di era digital, Kemendikdasmen menyelenggarakan pelatihan khusus bagi siswa SMK DKV di Jakarta.
Dalam acara bertajuk "Peningkatan Literasi Siswa melalui Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan".
Sebanyak 180 peserta diajak untuk mengubah sudut pandang mereka dari sekadar penikmat konten menjadi pencipta konten yang bermutu.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, berharap para peserta mampu menghasilkan karya nyata yang menginspirasi.
"Saya berharap mereka dapat menghasilkan karya kreatif yang menarik, menginspirasi rekan-rekannya, dan menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda," ujarnya.
Melalui pelatihan ini, siswa dilatih mengemas isu-isu kebahasaan, seperti kesalahan bahasa di ruang publik, ejaan, hingga sastra, menjadi konten digital yang menarik dan edukatif.
Materi teknis seperti pembuatan skrip dan teknik produksi video diajarkan langsung oleh para praktisi di bidangnya.
Yunita, guru dari SMKN 6 Jakarta, menyambut baik inisiatif ini.
Ia menilai pelatihan ini sangat relevan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang diperlukan di era digital.
"Anak-anak kita sekarang mahir bermain media sosial, tapi sering hanya sebatas konsumsi hiburan. Lewat pelatihan ini, mereka belajar bahwa media digital juga bisa jadi ruang kontribusi," pungkasnya.
Konten digital adalah segala bentuk informasi dalam format digital seperti teks, gambar, audio, dan video yang disimpan, dibaca, dan dibagikan melalui media digital dan platform daring.
Tujuannya adalah untuk berinteraksi dengan audiens, memberikan informasi, menghibur, atau mencapai tujuan bisnis melalui pemasaran digital, dan dapat ditemukan di berbagai platform seperti blog, media sosial, dan aplikasi streaming.
Editor : Siti Aeny Maryam