LombokPost--Kelompok 3 program pengabdian masyarakat “Inisiatif budidaya jamur merang di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun” dari Universitas Mataram, kembali melanjutkan kegiatan dengan menggelar penyuluhan dan pelatihan pengemasan produk jamur.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai jual dan daya saing produk jamur lokal melalui teknik pengemasan yang higienis, menarik, dan sesuai standar pasar.
Penyuluhan yang berlangsung di balai desa ini menghadirkan narasumber dari Rumah Kemasan NTB, sebuah lembaga yang telah berpengalaman dalam mendampingi pelaku UMKM di bidang desain dan teknologi kemasan.
Tenaga ahli dari Rumah Kemasan memberikan materi mengenai pentingnya kemasan dalam rantai pemasaran produk agribisnis, termasuk aspek branding, daya tahan produk, dan preferensi konsumen.
Peserta pelatihan terdiri dari warga Desa Sembalun Bumbung yang sebelumnya telah mengikuti program budi daya jamur merang.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan.
Mereka tidak hanya menyimak paparan narasumber, tetapi juga aktif berdiskusi dan bertanya mengenai teknik pengemasan yang sesuai untuk jamur segar maupun olahan.
Sesi praktik menjadi bagian yang paling dinanti. Dengan menggunakan alat pengemas sederhana yang disediakan oleh tim pengabdian, peserta diajarkan cara mengemas jamur secara higienis dan efisien.
Mereka mencoba langsung proses pengemasan, mulai dari pemilahan jamur, penempatan dalam kemasan plastik, hingga proses penyegelan.
Selain itu, peserta juga dilatih membuat label kemasan yang mencantumkan nama produk, tanggal panen, dan informasi kontak produsen.
Menurut salah satu peserta, pelatihan ini sangat membantu dalam memahami bagaimana produk jamur bisa tampil lebih profesional dan menarik di mata konsumen.
“Selama ini kami hanya menjual jamur dalam kantong plastik biasa. Setelah pelatihan ini, kami jadi tahu bahwa kemasan bisa memengaruhi harga jual dan kepercayaan pembeli,” ujar Siti, petani jamur lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui agribisnis jamur.
Setelah berhasil dalam tahap budidaya, pengemasan menjadi langkah penting untuk memperluas akses pasar, baik di tingkat lokal maupun regional.
Tim Kelompok 3 menyampaikan bahwa pelatihan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan teknis dan pengembangan desain kemasan yang lebih variatif.
Harapannya, produk jamur dari Sembalun Bumbung dapat bersaing di pasar modern dan menjadi ikon agribisnis berbasis masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi antara akademisi, lembaga pendukung, dan masyarakat, Desa Sembalun Bumbung terus menunjukkan bahwa inovasi lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan.
Editor : Kimda Farida