LombokPost- Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) terus memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Undikma menggelar edukasi zoonosis di SDN 5 Penujak, Lombok Tengah.
Edukasi zoonosis menjadi penting karena penyakit zoonosis dapat menular dari hewan ke manusia.
Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan berbagai jenis penyakit zoonosis, cara penularannya, hingga langkah pencegahan.
Bahkan, mereka mengikuti simulasi bagaimana rabies bisa menular melalui gigitan anjing.
Kepala SDN 5 Penujak, H Lalu Muhammad Rahimi, menyambut baik program Undikma.
“Kami bersyukur anak-anak mendapat pengetahuan baru soal zoonosis. Terima kasih kepada Undikma dan Kementerian Pendidikan Tinggi yang sudah hadir di sekolah kami,” ujar Rahimi.
Kegiatan edukasi zoonosis di SDN 5 Penujak ini dipimpin drh Candra Dwi Atma bersama dosen Eneng Garnika dan Una Zaidah.
Mereka melibatkan mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter Hewan dan Kesehatan Masyarakat untuk sosialisasi, praktik cuci tangan, hingga simulasi penanganan korban gigitan anjing.
Menurut Candra, kasus zoonosis masih banyak terjadi di Lombok, terutama rabies akibat gigitan anjing.
“Karena itu edukasi zoonosis di sekolah dasar sangat mendesak. Anak-anak harus tahu cara pencegahan sejak dini,” jelas Candra.
Program ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 2 tentang pengalaman mahasiswa di luar kampus dan IKU 5 mengenai hasil kerja dosen yang bermanfaat untuk masyarakat.
Selain edukasi zoonosis, kegiatan ini juga menjadi bagian dari riset Undikma dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun anggaran 2025.
Salah satu siswa, Lalu Muhammad Kian, mengaku senang bisa ikut serta.
“Saya jadi tahu apa itu zoonosis, bagaimana penularannya, dan cara mencegahnya. Semoga sering ada kegiatan seperti ini,” kata Candra.
Lewat edukasi zoonosis di Lombok Tengah, Undikma ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar generasi muda terhindar dari penyakit menular dari hewan.
Pencegahan sederhana seperti hidup bersih, rajin cuci tangan, dan memahami bahaya gigitan hewan menjadi kunci menjaga kesehatan masyarakat.(*)
Editor : Kimda Farida