LombokPost- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram memastikan segera mengisi jabatan kepala sekolah (kasek) yang lowong di sejumlah SMP negeri.
Untuk sementara, posisi kasek yang kosong diisi pelaksana tugas (plt) dari kalangan pengawas sekolah dan guru senior.
“Untuk sementara, pengawas dan guru senior yang menjadi plt kepala SMP yang kosong,” kata Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf.
Sejumlah SMP negeri di Mataram mengalami kekosongan kasek karena pensiun. Di antaranya SMPN 2 Mataram, SMPN 6 Mataram, SMPN 12 Mataram, SMPN 18 Mataram, SMPN 21 Mataram, dan SMPN 24 Mataram.
Jumlah kasek lowong dipastikan bertambah, sebab pada Oktober kepala SMPN 7 Mataram juga pensiun, disusul beberapa kasek lain hingga akhir Desember.
Yusuf menjelaskan, pengisian jabatan kasek tetap mengacu aturan yang berlaku. Idealnya, guru yang diangkat sudah memiliki sertifikat calon kepala sekolah (cakep).
Namun hasil konsultasi dengan Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan memberi peluang guru tanpa sertifikat cakep tetap bisa diangkat jika dinilai kompeten.
“Guru biasa boleh diangkat menjadi kasek jika punya kompetensi, kemampuan manajerial, jiwa sosial, dan bisa membaur dengan masyarakat,” jelas Yusuf.
Saat ini pihaknya sudah mulai memetakan guru potensial untuk mengisi kasek lowong di SMP negeri.
Kendala utama adalah keterbatasan kuota diklat calon kepala sekolah. Tahun ini, hanya ada tiga kuota dari pemerintah pusat.
Karena itu, pihaknya berencana menyiapkan tambahan anggaran agar lebih banyak guru bisa mengikuti diklat cakep.
Langkah ini diyakini bisa mempercepat pengisian jabatan kepala sekolah lowong di Kota Mataram.
“Kita tunggu saja waktu untuk proses pengisian kasek lowong ini,” pungkas Yusuf.(*)
Editor : Kimda Farida