LombokPost- NTB akan menjadi tuan rumah Kongres ATAS Indonesia VII pada 16 Oktober mendatang.
Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah pemerataan tenaga administrasi sekolah (tendik), khususnya terkait jumlah kepala tata usaha (KTU) di SMA, SMK, dan SLB negeri yang belum merata.
Ketua Musyawarah Tenaga Administrasi Sekolah (MKTAS) NTB M Junaedi Adnan menyebutkan, banyak tenaga administrasi sekolah yang akan purna tugas tahun ini. Kondisi ini membuat kebutuhan tendik di NTB semakin mendesak untuk diperhatikan.
“Persiapan kita sudah cukup matang. Bahkan akan ada sekitar 500 peserta hadir, termasuk pensiunan tendik yang datang lebih dulu karena ingin menyaksikan balap MotoGP Mandalika,” ujar Junaedi saat rapat rutin MKTAS Mataram-Lombok Barat (Malomba) di SLBN 3 Mataram, Rabu lalu (1/10).
Hadir dalam rapat tersebut Kepala Cabang Dinas (KCD) Malomba Dikbud NTB Mujahiddin, Ketua MKTAS Malomba Mahsun, serta puluhan kepala tata usaha dari SMA, SMK, dan SLB negeri.
Mereka membahas teknis persiapan hingga koordinasi menyambut tamu dari berbagai provinsi.
Sebelumnya, MKTAS NTB juga melakukan sosialisasi ke Pulau Sumbawa untuk memastikan keterlibatan KTU dari seluruh wilayah.
“Ini akan menjadi gawe nasional. Semua KTU SMA/SMK/SLB negeri di NTB siap meramaikan,” tambah Junaedi.
Sementara itu, Ketua MKTAS Malomba Mahsun menegaskan, pemerataan tenaga administrasi sekolah akan menjadi pembahasan penting. Ia memastikan perwakilan dari Kemendikdasmen juga hadir dalam kongres di NTB ini.
“Kami sudah lakukan persiapan maksimal. Tinggal menunggu hari pelaksanaan,” pungkasnya. (*)
Editor : Siti Aeny Maryam