LombokPost- Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Selaparang menggelar Jambore Ranting 2025 di Lapangan SMPN 23 Mataram pada 4-5 Oktober.
Kegiatan selama dua hari ini diikuti 338 peserta dari Gugus Depan se-Ranting Selaparang didampingi 44 pembina pendamping.
Pembukaan Jambore Ranting Selaparang berlangsung meriah dan dihadiri jajaran Kwarcab Kota Mataram, unsur pimpinan Kwarran Selaparang, serta para Kamabigus SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Selaparang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf yang bertindak sebagai pembina upacara menekankan bahwa Jambore Ranting Pramuka bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi wadah strategis untuk membentuk karakter dan kedisiplinan generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kegiatan jambore ini bukan hanya ajang pertemuan rutin, tetapi momentum penting memperkuat nilai kepramukaan, melatih kepemimpinan, dan mengembangkan potensi generasi muda secara edukatif, inovatif, dan rekreatif,” ujar Yusuf.
Ia menegaskan, Jambore Pramuka Selaparang 2025 menjadi sarana memperkuat semangat Bhineka Tunggal Ika. Melalui kegiatan kepramukaan, peserta diajak memahami pentingnya persatuan dalam keberagaman serta membangun kerja sama lintas latar belakang.
Lebih jauh, Yusuf menyoroti tantangan era digital yang menuntut anggota Pramuka Selaparang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ia memprediksi pada tahun 2026 pembelajaran berbasis coding dan artificial intelligence (AI) akan semakin dominan.
“Teknologi memang berkembang pesat, tapi jangan sampai nilai-nilai Pramuka hilang. Kita harus tetap menjunjung tinggi karakter, integritas, dan semangat kebangsaan,” pesan Yusuf.
Melalui Jambore Ranting Selaparang 2025, Yusuf berharap peserta dapat belajar dari pengalaman di lapangan, memperkuat kerja sama, dan mengaplikasikan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadikan jambore ini sebagai wadah belajar dan berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya. (*)
Editor : Kimda Farida